Minggu, 12 April 2015

H&G Cafe [Chapter 5]



Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Lenght: chaptered            

Rating: PG

Annyeonghaseyo chingu^^, aku rasa udah lama kali gak buat ff lagi. Karna ada sedikit masalah jd gak sambung ff, tp sabar ni idh mau sambung lagi. Sambung lagi ff ku chapter 5 yo. Ok deh sambung lagi ya.

                 ~HAPPY READING~

Minah POV

~cafe~

"Waeyo?" Aku sedang berhadapan dengan orang yang aku sukai. Rasanya sangat takjub, jantungku berdetak sangat cepat. Tapi, untuk apa dia mencariku?

"Aku butuh bantuanmu." Dia butuh bantuanku? Tidak biasanya.

"Jongsuk-si ingin aku bantu apa? Bicarakan masalahnya." Aku bisa melihat dia sedang ada masalah, wajahnya kelihatan sangat menyedikan. Masalah apa yang membuatnya begitu lemah, begitu sedih?

"Aku dan shinhye sudah putus." Aku terkejut mendengarnya. Shinhye pernah bilang padaku dia sangat mencintai seorang lee jongsuk, lebih dari apapun bahkan lebih dari aku mecintai jongsuk. Tapi bukannya aku harus merasa senang? Kenapa aku merasa begitu sedih?

"Kok bisa? Kau dan shinhye ada masalah apa?" Aku harus sabar.

"Aku tidak tau, karna itu lah aku ingin kau membantuku kembali ke samping shinhye. Aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya...hiks." aku pertama kali melihatnya nangis, hatiku sangat sakit, seperti pisau tajam yang menusuk. Dia menangis bukan karna aku, dia sedih bukan karna aku tapi karna shinhye, dia benar-benar sangat mencintai shinhye. Aku harus tahan dengan air mata yang ingin keluar.

"Uljima, aku akan membantumu."Aku tersenyum dengan paksa. Aku tidak bole terlihat lemah didepannya.

"Tunggu kabarku nanti, aku akan menelponmu. Aku pergi dulu, annyeong." Aku buru-buru pergi karna air mataku sudah tidak bertahan lagi.

Aku menangis dan berlari dengan tidak tau arah, aku tidak peduli orang yang melihatku. Aku terus berlari sampe di taman, aku duduk di bangku dan tangisku pecah. Aku tidak peduli orang yang melihatku seperti apa.

"Igeo." Seseorang memberiku sebuah sapu tangan dan aku menerimanya. "gomabda." Dia mentapku dengan senyuman yang dalam.
<br>
"Uljimayo." Kata namja itu.

"Ne?"

"Aku pergi dulu, annyeong." Namja itu sudah pergi menjauh dan aku tersadar kalau sapu tangannya masih di tanganku dan aku berdiri meneriaki namja itu.

"Ya...ya, sapu tangan mu."Namja itu sudah pergi dan tidak mendengar aku meneriakinya.

Siapa namja itu? Aku rasa kita akan bertemu lagi.

Author POV

Flasback

"Shinhye-ya, waeyo? Kenapa kita harus berakhir?" Tanya jongsuk dan shinhye tidak berani menatapnya.

"Aku tidak bisa lanjut hubungan ini, ini terlalu menyakitkan. Aku tidak ingin sakit yang begitu dalam hiks... cukup sampai sini saja. Karna aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku tidak ingin membohongi kau bahkan diriku sendiri hiks.., jadi kita berakhirlah." Shinhye menangis.

"Jadi kau selama ini membohongiku? Kau kenapa begitu tega? Aku begitu mencintaimu, kau begitu tega membohongku. Tidak, aku tidak percaya. Kau pasti punya alasan, kita tidak akan berakhir sampai sini. TIDAK AKAN." Jongsuk menangis dan berlari meninggalkan shinhye yang air matany tidak bisa berhenti.

"Mianhae jongi hiks..hiks, jeongmal mianhae."

Flasback end

Author POV

~H&G Cafe~

"Sena-ya." Jiayeon melihat sena duduk di tempat biasa dan berjalan ke tempat sena.

"Eo, yeonie."Jiayeon sedikit kaget karna sena tidak pernah memanggilnya dengan sebutan 'yeonie'.

'Yeonie? Eo? Tidak biasanya kau memanggilku dengan sebutan itu hehehe." Jiayeon senang dan tertawa kecil, tidak pernah yang memanggilnya seperti itu selain keluarganya.

"Wae? Apakah tidak boleh? Ok, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan 'yeonie'."Sena cemberut sangat lucu.

"Aniya, aku senang karna cuma kau yang memanggilku seperti itu selain keluargaku. Baiklah, jika begitu aku akan memanggilmu senie, hehe." Jiayeon duduk di samping sena dan heran. Heran karna tidak melihat minah.

"Senie, minah eodiya?" Tanya jiayeon.

"Molla. Aku tadi sms dia, dia bilang bentar lagi akan datang." Jiayeon mengangguk dan melihat jongwoon berjalan ke tempat mereka duduk.

"Annyeong." Sapa jongwoon.

"Annyeong." Jiayeon dan sena sama-sama membalas sapaan sena.

"Kalian berdua ingin meminum apa?" Tanya jongwoon.

"Hmm... kami tunggu minah datang baru pesan." Jawab sena dan jongwoon hanya mengangguk. Tiba-tiba ponsel sena berbunyi bertanda ada seseorang yang menelpon dan sena menjawabnya karna orang yang menelpon tadi adalah sahabatnya.

"Yeoboseyo, minie." Jawab sena.

"Waeyo?" Tanya sena.

"Eo, arrayo. Padahal aku ingin mengatakan sesuatu, baiklah. Ann..'tttt' aku belum selesai bicara sudah di tutup."Sena kesal dengan minah sampe cemberut.

"Senie, minie bilang apa?" Tanya jiayeon.

"Eo, katanya dia ada urusan jadi tidak bisa datang.&quot; Jiayeon hanya mengangguk tanda mengerti. "Hmm.. padahal aku ingin mengatakan sesuatu." Perkataan sena membuat jiayeon dan jongwoon saling memandang dan kembali melihat sena.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya jongwoon. Sena sedikit malu membicarakannya.

"Hmm.. aku.. aku dan jaehyun sudah berpacaran." Wajah sena merah seperti tomat membuat jiayeon ketawa. Jiayeon memeluk sena dan mengucapkan selamat kepada sena.

"Chukhae-yo senie. Akhirnya cintamu terbalas." Jiayeon senang karna cinta  sahabat barunya suda terbalas. "Gomawo, yeonie. Aku juga tidak menyangka bahwa jaehyun juga menyukaiku." Mereka berdua melepas pelukan dan ketawa bersama.

"Chukhae sena-ya." Ucap jongwoon memberi ucapan selamat kepada sena. "Gomawo jongwoon-a."

Minah POV

"Sena-ya." Aku sedang nelpon dengan sena.

"Aku tidak bisa pergi, aku ada urusan."

"Besok aja ya... ya sudah, aku sibuk dulu. Annyeong." Aku menutup telponan dengan sena.

Aku sudah berjanji dengan shinhye akan bertemu di cafe. Aku segare menuju kr cafe setelah aku sampai aku melihat shinhye, berjalan ke tempatnya dan duduk di depannya.

"Kau ingin menanyakan apa?" Tanya shinhye.

"Kau...putus dengan jongsuk?" Tanya aku dengan hati-hati. Shinhye hanya mengangguk dengan lemah.

"Apakah kalian ada masalah?" Tanyaku lagi.

"Aku..aku rasa kami sudah tidak cocok lagi." Jawab shinhye.

"Tidak mungkin kau begitu pikir. Kau pernah bilang padaku, kau sangat mencintainya lebih dari kau mencintaimu sendiri, lebih dari apa pun. Tidak mungkin kau sudah tidak mencintainya." Aku menekan kata-kataku karna marah, kenapa dia begitu lemah.

"Kau kira aku ingin begitu? Hiks... hiks ini semua karna kau."Mwo? Aku terkejut mendengar apa yang dia bilang. Ini semua karna aku?

"Mwo? Ini..semua karna aku? Apa yang aku lakukan?" Tanyaku lagi.

"Aku tau kau juga mencintai jongsuk, aku rasa kalian lebih cocok. Mungkin jongsuk bersamamu akan lebih bahagia." Kenapa karna aku? Badanku seperti tidak bisa bergerak. Ini salah, ini semua salah, inu tidak benar.

"Haisss, kau salah besar hye-a." Shinhye berhenti menangis dan melihatku. "Aku sama kayak kau mencintai jongsuk, tapi jongsuk tidak pernah melihatku. Yang dia perhatikan hanya kau tidak ada orang lain yang dia lihat selain kau. Jika jongsuk bersamaku dia tidak akan bahagia karna hatinya bersamamu sama saja membuatnya sedih. Cinta kalian sangat besar, orang lain tidak bisa merusaknya. Jongsuk mencari bantuan denganku dan dia memohonku, dia berkata dia ingin bersamamu, tidak ingin berpisah denganmu. Kau tau aku melihatnya menangis di depanku, memohon padaku, hatiku sangat sakit. Jebal, hanya kau yang bisa mebuatnya bahagia, hanya kau yang bisa membantunya keluar dari kegelapan dan hanya kau yang bisa berjalan dengannya seumur hidup. Jadi tolong pikirkan dulu perasaan jongsuk. Jongsuk hanya mencintaimu dan kau juga mencintainya. Kalian bahagia aku juga ikut bahagia. Hye-a, baliklah ke sisi jongsuk. Aku benar-benar rela cintaku untuk kalian." Kataku panjang lebar. Shinhye menangis lagi dan dia berkata.

"Gomawo minie, jeongmal gomawo."

"Pergilah, jongsuk pasti sedang menunggumu. Dia ada di hangang park." Shinhye mengangguk dan pergi mencari jongsuk. Dan aku langsung mengeluarkan ponselku dan mengetik sesuatu.

'Shinhye sudah pergi mrncarimu, kau tunggulah.'

send. Setelah beberapa saat, sebuah sms masuk.

'Baiklah, gomawo.' Sebuah sms dari jongsuk. Hsshh, tugasku sudah selesai. tidak terasa air mataku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku menangis lagi.

"Kenapa kau menangis lagi." Aku terkejut dan melihat seseorang ada di depan ku dan duduk di depan ku





                                                      TBC

Sabtu, 27 Desember 2014

H&G Cafe (Chapter 4)



Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Lenght: chaptered            

Rating: PG

Annyeonghaseyo^^ mianhae chinguya  dah lama baru post chapter 4, karena aku harus ikut ujian semester jadi tidak bs post. Hehehe^^ maklumi, nah mungkin di chapter 4 ini aku akan bikin lebih panjang. Terima kasih ya comennya, aku akan bikin lebih panjang dan semoga kalian suka ya^^.

               ~HAPPY READING~


Author POV

Sudah satu bulan jiayeon berada di seoul dan sudah satu bulan jiayeon mengenal jongwoon dan kedua temannya. Jiayeon dan jongwoon semakin dekat. Jiayeon sudah menganggap jongwoon sebagai sahabat, tetapi jongwoon menganggap jiayeon lebih dari sahabat. Pertama kali melihat jiayeon, jongwoon sudah menyukainya dan jiayeon tau itu. Jiayeon ingin mencoba mencintai seorang Kim jongwoon, tetapi masih tidak bisa. Jiayeon masih terlalu trauma dengan hal itu, jiayeon sudah tidak ingin memikirkannya lagi. Dia hanya ingin hidup dengan tenang dan sederhana, walaupun dia anak orang kaya.

~H&G Cafe~


Jiayeon duduk di pojok kanan dekat jendela sedang menunggu kedua sahabatny yaitu sena dan minah, itu adalah tempat favorite jiayeon dan kedua sahabatnya, tempat itu bisa melihat jalan seoul yang berkendaraan dan pejalan kaki yang berlalu lalang.

Sudah 30menit jiayeon menunggu, kedua sahabatnya masih belum datang. Jiayeon merasa bosan, jiayeon tidak suka menunggu. Tiba-tiba seseorang memegang bahunya dan membuat jiayeon kaget.

"Mereka berdua masih belum datang?" Ternyata orang itu adalah jongwoon.

"Ah... kau menggagetkanku."

"Hehehe... mianhae, aku tidak sengaja." Sambil berjalan ke tempat duduk yang berhadapan dengan jiayeon


"Gwenchana, kenapa mereka lama sekali." Oceh jiayeon.

Jongwoon tertawa melihat tingkah jiayeon yang menurutnya sangat lucu.

"Waeyo? Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya jiayeon.
                                                                     
"A..a..aniya" jawab jongwoon yang menjadi salah tingkah. Jongwoon memalingkan wajahnya melihat kearah pintu masuk dan melihat kedua sahabatnya sudah datang.

"Mereka dah datang." Jiayeon berbalik melihat mereka, jiayeon merasa lega akhirnya mereka sudah datang. Sena dan minah melihat jiayeon dan jongwoon yang duduk di tempat biasa segera berjalan kearah mereka. Setelah sampai di depan jiayeon, segera meminta maaf atas terlambatnya mereka.


"Mianhae, kami terlambat." Jawab sena dan minah serempak, mereka merasa bersalah karena sudah 30menit ditungguin mereka berdua. Jiayeon tersenyum melihat kedua sahabatnya. Jiayeon berdiri dari tempat duduknya dan berkata.      

"Gwenchana, aku kesal melihat kalian terlambat, tapi aku lega melihat kalian sudah datang, akan tetapi hanya kali ini saja tidak ada kedua kalinya." Pinta jiayeon. Sena dan minah mengangguk mengerti dan tersenyum senang.

"Gomawo, chinguya." Jiayeon tertawa melihat tingkah kedua temannya ini yang menurutnya sangat lucu. Jongwoon berdiri dari tempat duduknya dan berkata "Kalian duduklah."

Ketiga yeoja itu mengangguk dan duduk di kursi yang di sediakan.


"Kalian ingin meminum apa?" Tanya jongwoon kepada tiga yeoja di depannya.

"Tiga hot chocolate." Jawab jiayeon.

"Baiklah. Tunggu sebentar, pesanannya akan segera datang." Jawab jongwoon dan segera meninggalkan ketiga yeoja itu.

"Apakah kau akan traktir kami?" Tanya minah hati-hati. Jiayeon tertawa melihat ekspresi sena dan minah yang menurutnya lucu.

"Ani. Kalian bayar sendiri." Jawab jiayeon membuat sena dan minah lega, jiayeon tertawa lagi melihat tingkah sena dan minah.

"Just kidding, aku memang akan traktir kalian." Sena dan minah merasa tidak enak hati karena sudah datang terlambat dan ditraktir oleh jiayeon.


"Jiayeon-ah, apakah aku boleh tanya sesuatu?" Tanya sena serius.

"Boleh." Jawab jiayeon

"Kau sebenarnya siapa? Kenapa kau terus mengtraktir kami? Dan boleh bilang, setiap kalau kita datang ke cafe kau akan selalu mengtraktir kami." Tanya sena.

"Aku...aku hanya orang sederhana." Jawab jiayeon gugup.

"Tidak mungkin, tidak mungkin orang sederhana akan setiap hari mengtraktir temannya."

"Tolonglah, katakan yang sebenarnya." Pinta minah.  Jiayeon menunduk, membuang nafasnya dalam.

"Siapa aku? aku akan mengatakannya keundae, mianhae bukan sekarang waktunya." Jawab jiayeon.


"Jebal, kasih aku waktu. Setelah waktunya sampai , aku akan mengatakan yang sejujurnya pada kalian tapi, tidak sekarang." Jawab jiayeon.

"Baiklah, kami akan tunggu." Jawab sena.

"Tapi, mengtraktir kalian aku bisa menjawabnya. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin traktir kalian. Aku benar-benar menjadikan kalian sebagai temanku sahabatku. Kalian begitu tulus menjadikanku sebagai teman kalian. Ini adalah pertama kali aku ada teman yang begitu tulus seperti kalian, tidak seperti temanku yang dulu." Jawab jiayeon sedih, air mata sudah menetes di pipi jiayeon. Sena tidak tega melihat jiayeon yang begitu sedih segera bejalan kearah jiayeon dan memeluknya.


"Uljima, kami akan selalu menjadi teman yang baik. Kami akan menjadi sahabat baikmu. Kami akan selalu bersamamu." Sena merasa prihatin kepada jiayeon. Jiayeon membalas pelukan sena, dia sangat berterima kasih kepada sena dan minah yang selalu bersamanya dan juga jongwoon yang selalu menemaninya. Mungkin jiayeon terlalu egois, tapi jiayeon tidak peduli, jiayeon tidak ingin seperti dulu lagi.

"Gomawo sena-ya." Jawab jiayeon.

"Cheonmaneyo jiayeon-ah. Uljimayo, ne?"

"Maafkan kami jiayeon-ah, kami hanya aneh dengan kau yang selalu traktir kami, kami tidak bermaksud apa-apa, maafkan kami ne?" Jiayeon mengangguk. Jongwoon melihat semuanya dan berjalan kearah mereka.


"Sudahlah uljimarayo jiayeon-ah, ini hot chocolate kalian, minumlah. Kalian beruntung, cafe sekarang tidak ada orang kalau ada, kalian pasti akan dikira kalian lagi berantam." Ketiga yeoja itu tertawa mendengar perkataan jongwoon.

"Sudahlah kajja, kita selesaikan tugas kelompok kita." Kata minah dan ketiga orang itu mengangguk mengerti. Mereka mulai mengerjakan tugas kelompok mereka.

~Apartement Jaehyun~

"Ya...kau masih belum bilang padanya, kalau kau suka sama dia, kau cinta sama dia?" Tanya jeongsuk

"Ya...apakah suaramu tidak bisa dikecilkan?" Tanya jaehyun kesal.


"Kau belum mengatakan yang sejujurnya?" Tanya jongsuk. Jaehyun menggeleng kepalanya.

"Aku...masih belum berani, aku terlalu pengecut. Aku takut jika dia tidak mrnerimaku, persahabatan kami akan hancur." Jawab jaehyun sambil menunduk. Jongsuk memegang bahu jaehyun dan berkata.

"Nae chinguya, kalau kau cinta padanya kau harus mengatakanya. Jangan menjadi seorang pengecut, ditolak atau tidak itu adalah masalah belakang." Ucap jongsuk. Jaehyun mengangguk dan berkata "Arasseo, aku akan mengatakannya. Kau dan shinhye gimana?" Tanya jongsuk.

"Mau gimana lagi? Dia sekarang jadi lebih dingin padaku." Ucap jongsuk sedih.


"Dia mungkin sedang ada masalah." Ucap jaehyun.

"Aku rasa begitu. Ya...sudahlah kajja, kita keluar cari makan, di apartementmu gak ada makanan." Kata jongsuk membuat jaehyun tertawa.

"Ckck..kau ini ada-ada saja, kajja." Mereka berjalan keluar dari apartement jaehyun.

Sena POV

Sudah tiga hari tidak melihat jaehyun, kemana anak itu? Sampai sekarang batang hidungnya aja gak kelihatan.
Anak itu, biasanya kemanapun akan mengatakannya padaku, kenapa sudah tiga hari ini tidak ada kabar? Setidaknya menelponku atau smsku tapi ini tidak sama sekali, membuat orang khawatir saja.


Aku terus memegang iphoneku semoga berharap telponan atau sms dari dia. Aku terus melamun sampai aku tidak menyadari minah ada di apartementku dan duduk disampingku dan membuatku terkejut.

"Ya...kau sedang apa?" Tanya minah

"Kau menggagetkanku." Jawabku

"Hehe..mian, kau sedang apa?" Tanya minah lagi.

"Aku sedang menunggu telponan atau sms dari jaehyun. Dia sudah tiga hari belum memberikan kabar dan itu membuat aku khawatir." Jawabku merasa sedih.

"Ohh...kenapa kau tidak menelponnya saja?" Hah? Menelponnya? Yang benar saja.


"Shireo." Jawabku. "Waeyo?" Tanya minah.

"Tidak mungkin yeoja yang pertama nelpon namja, buat malu saja." Jawabku.

"Tapi kau khawatir dia, kau nelpon dia saja kalau kau khawatir dia." Minah benar, tapi....

 I love you saranghaeyoneol boneun narimyeon dulman mannaneun nari anindedoneoegeman jal boiryeogo mak geurae nan geurae

Tiba-tiba iphoneku berdering menyanyikan sebuah lagu Akdong Musician- I Love You menyatakan seseorang menelponku dan ternyata orang itu adalah.... jaehyun.


"Yeoboseoyo." Jawabku

"Yeoboseoyo." Jawab jaehyun. Syukurlah dia baik-baik saja.

"Ya... kau ini kemana saja? Sudah tiga hari ini kau tidak ada kabar. Kau benar-benar membuatku khawatir." Ucapku yang hampir menangis.

"Hehe... mian, membuatmu khawatir. Malam ini apakah kau ada waktu?" Tanya jaehyun. Kenapa dia? Tiba-tiba menanyakan hal semacam ini?

"Untuk apa?" Tanyaku curiga

"Aku...aku ingin mengajakmu makan malam, apakah kau malam ini ada waktu?" Tanya jaehyun membuatku terdiam. Omo, ini benar-benar jaehyun? Tumben sekali dia ingin mengajak aku makan malam.

"Ada...dimana? Jam?" Tanyaku.



"Jam 7 malam, aku yang akan menjemputmu." Jawab jaehyun. Anak itu kenapa bisa semangat kali?

"Baiklah, akan ku tunggu." Jawabku.

"Hmm...annyeong."

"Annyeong." Jawabku malas. Ku tutup telponku dengan jaehyun dan membuang nafas lega karna anak itu akhirnya menghubungiku. Aku tersenyum senang bisa makan malam dengan jaehyun. Sudah 2 tahun tidak makan malam bersama jaehyun. Aku rindu dulu yang aku lalui dengan jaehyun.

"Kenapa kau tersenyum sendiri? Sena-ya kau membuatku takut." Minah bergidik ngeri melihatku ketawa sendiri.


"Hya... minah-ya, aku senang sekali. Hari ini jaehyun mengajakku makan malam. Kya...aku sangat senang, minah-ya." Aku sangat senang sehingga tidak menyadari kalau aku memeluk minah.

"Ya...lepaskan, aku tidak bisa bernafas."ucap minah dan aku langsung melepaskan pelukan kami berdua.

"Hehe...mianhae minah-ya." Aku tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Minah sepertinya sangat kesal melihat tingkahku yang sepertinya kekanakan.

"Jadi, aku harus pakai baju apa?" Tanyaku pada minah.

"Biar aku yang bantu." Ucap minah. Aku berterimakasih kepadamu minah.


"Gomawo minah-ya." Ucap terima kasihku pada minah.

"Cheonma. Kajja kita pilih baju." Aku mengangguk mengerti dan kami menyibukan memilih baju dan berdandan. Aku akan menjadi yang terbaik didepan jaehyun.
                         
Author POV

Pukul 7 malam

Sena sedang menunggu jaehyun datang menjemputnya, minah sudah pulang dari apartermen sena karena ada urusan. Suara mobil mendekat dan berhenti di depan apartement sena. Itu jaehyun, jaehyun keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati sena. Jaehyun terpesona melihat sena yang begitu cantik sampai tidak tau harus bilang apa. Sena merasa tidak nyaman karena jaehyun terus melihatnya.


"Ya...apa yang kau lihat? Kau membuatku tidak nyaman." Ucap sena membuat jaehyun menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

"Mian sena-ya keundae, kau sangat cantik."ucap jaehyun tulus membiat sena tersipu malu.

"Sudahlah, kajja kita pergi." Sena berjalan melewati jaehyun, membuat jaehyun segera membalik badannya dan berjalan mendekati sena. Jaehyun membuka pintu untuk sena dan membuat sena tidak terbiasa dilakukan seperti ini. Setelah sena masuk kedalam mobil, jaehyun menutup pintu mobil dan berlari kecil menuju kursi pengemudinya. Setelah jaehyun masuk kedalam mobil, melaju mobilnya ketempat tujuan mereka.

Hening, itulah yang diciptakan mereka berdua ketika didalam mobil.


Mobil jaehyun membawa mereka ketempat yang sudah direncanakan oleh jaehyun. Cafe yang dekat dengan sungai han (author gak tau nama cafeny apa, jd maklumi)

Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe. Mereka duduk di sudut yang bisa melihat indahnya sungai han. Seorang pelayan datang ketempat duduk mereka, memberikan buku menu dan bertanya ingin memesan apa? Jaehyun dan sena sama-sama memesan jjajamyeon dan jus apel, setelah itu pelayan pergi meninggalkan jaehyun dan sena.

"Sudah lama kita tidak makan bersama." Ucap jaehyun memecahkan hening. Sena mengangguk canggung.
Setelah pesanan datang, mereka berdua memakan dengan diam tidak ada yang buka suara.


Setelah selesai makan, jaehyun memanggil pelayan dan membayar makanan yang dipesan dia dan sena.  Kemudian mereka berjalan keluar dari cafe dan berjalan-jalan ke tepi sungau han.

"Sena-ya." Panggil jaehyun membuat keduanya berhenti berjalan. Jaehyun berjalan ke depan sena, berhadapan dengan sena. Sena terkejut dengan apa yang di lakukan jaehyun.

"Jaehyunie? Apa yang kau lakukan?" Tanya jaehyun kepada sena.

"Bukankah kau selalu bertanya padaku, orang yang aku sukai siapa? Aku sekarang bisa menjawabmu... aku menyukaimu sena-ya." Sena terkejut dengan pengakuan jaehyun, sena tidak percaya ternyata jaehyun juga menyukainya. "Jaehyunie, berdirilah." Pinta sena dan jaehyun menurut.


"Kenapa kau sekarang baru bilang? Kenapa dari dulu kau tidak mau bilang? Hiks...hiks... kenapa?" Sena menangis, dia menangis bukan karna dia membenci jaehyun, dia menangis karna dia sangat senang, dia senang mendengar pengakuan jaehyun. Ternyata jaehyun juga menyukainya, kedua tangan jaehyun menyentuh pipi sena dan berkata " Uljima... mianhae. Aku tau aku salah, aku terlalu pengecut , aku takut persahabatan kita akan hancur, aku takut kau marah padaku." Sena memeluk jaehyun dan jaehyun membalas pelukan sena.

"Babo-ya, hiks...hiks...hiks kenapa aku harus marah? Untuk apa aku marah? Aku juga menyukaimu jaehyunie." Jaehyun melepaskan pelukan tidak percaya, sena menyukainya? Apakah ini mimpi? Jangankan aku bangun dari mimpi ini, pikir jaehyun.


"Pertama kali kita bertemu aku sudah menyukaimu, aku sudah mendendam perasaan ini lama sampai akhir ini, mungkin bisa di bilang hari ini cintaku dibalas." Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan kembali, tiba-tiba air meluncur dengan sangat indah.  

Mereka melepas pelukan dan melihat ke arah sungai han, senyuman yang bahagia. "Kapan kau menyukaiku?" tanya sena membuat jaehyun gagap.

"Hmm...igo...aku tidak tau, yang aku tau aku hanya menyukaimu seorang, aku hanya ingin bersamamu, aku hanya ingin kau disamping ku selamanya dan menjadi pendamping hidupku." Jawab jaehyun membuat sena tertawa gembira.

"Aigoo...kenapa mulutmu ini sangat manis?" Tanya sena dan itu membuat jaehyun tertawa.


"Karna kau ada disampingku." Jawab jaehyun dan...

CHU~

Sena POV

Omo... jaehyun mencium bibirku, itu adalah FIRST KISS ku. Aku melepas ciumanku dengan jaehyun dan berteriak kepada jaehyun.

"YA...AHN JAEHYUN, ITU ADALAH FIRST KISSKU." Jaehyun berlari dan aku mengejarnya.

"Hahaha... gwenchana, karna kau sudah menjadi milikku." Jawab jaehyunie dan itu membuat mukaku merah seperti tomat. Tapi aku sangat senang, aku tidak sia-sia menyukai jaehyun, akhirnya cintaku terbalas. Aku tidak percaya, tapi aku percaya takdir."


Karna ada takdir, aku bisa ketemu jaehyun. Karna ada takdir, sekarang aku bisa bersama dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku. Sekarang dia duduk di sampingku, kami duduk di bangku yang tersedia di tepian sungai han. Dia terlihat sangat tampan dan terpesona.

"Jaehyunie." Dia melihat kearahku dan aku langsung....

CHU~

Sebuah kecupan singkat di pipinya dan membuat mukaku merah seperti tomat. "Gomawo." Jaehyun tersenyum manis dan itu membuatnya sangat pesona dari mataku. Kami berdua akan selalu bersama, tidak akan berpisah.


                                                      ~TBC~

wahh....akhirnya chapter 4 udh slsai. Mianhae clo jalan ceritanya jelek,aneh dan tidak nyambung. Ahh... akhirnya sepasang sudah menjadi sepasang kekasih. Disini akan ada 3pasangan ehhh... salah", 4pasangan karna akan ada donghae oppa^^, nae oppa wkwkwk :D hadap comen ya ^~^.























Rabu, 19 November 2014

H&G Cafe (Chapter 3)







Tittle: H&G Cafe

Author: jialing88

Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)                  

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romace , sad

Lenght: chaptered    

Rating: PG

 Annyeong^^ author kembali lagi. Aduh... tmn author tny mw sampai chapter brp? Author aja pun gtw-_-( author macam apa ini) imajinasi author blm full jadi gtw sampai chapter brp, wkwkwkwk . Chapter 3 ini semoga semuanya suka.

            ~ HAPPY READING~


Author POV

Keesokan harinya, jiayeon datang kekampus sangat pagi. Dia masuk kekelasnya, belum ada orang yang datang. Suasana masih sepi. Ada dua orang yeoja masuk kekelas sedang berbincang sambil tertawa. Jiayeon melihat kearah mereka, kedua yeoja itu pun terkejut melihat jiayeon.

"Annyeonghaseyo." Jiayeon memberi salam kepada kedua yeoja. Kedua yeoja itu pun memberi salam kepada jiayeon.

"Annyeonghaseyo."

"Hmm.. kau mahasiswa pindahan?"

"Hmm.. ne, jiayeon imnida." Jiayeon memperkenalkan diri kepada kedua yeoja itu.


"Sena imnida." "Minah imnida." Kedua yeoja itu memperkenalkan diri kepada jiayeon.

"Semoga kita bisa menjadi teman yang baik." Ucap sena membuat jiayeon senang. Jiayeon mengangguk senang dan ketiga yeoja tertawa bersama dan berbincang dengan tertawa yang riang.

Setelah kelas selesai, ketiga yeoja itu keluar dari kelas dan menuju kekantin.
Setelah tiba dikantin, mereka melihat kesana kesini mencari tempat duduk yang bisa mereka duduki. Dikantin banyak orang jadi tempat duduk semuanya full, hanya ada satu tempat yang diduduki seorang namja yang sedang membaca buku.

Jiayeon mengajak mereka kearah tempat duduk yang diduduki oleh namja itu.


"Jongwoon-si." Jongwoon melihat kearah orang yang memanggilnya tadi.

"Jiayeon-si." Jongwoon tersenyum hangat kepada yeoja yang di depannya.

"Boleh kami duduk disini?" Tanya jiayeon. Kami? Jongwoon melihat kebelakang jiayeon, ternyata sena dan minah, teman senior jongwoon. Jongwoon mengangguk sambil berkata. "Silahkan."

Jiayeon duduk di samping jongwoon dan duduk berhadapan dengan sena dan minah.

"Mianhae, kalau ganggu kau lagi baca buku."


"Aniya, tidak ganggu kok." Jawab jongwoon dengan senyum yang canggung. Dan mereka berdua tertawa bersama. Tiba-tiba suara sena menggagetkan keduanya.

"Ehem... apakah kalian akan mendiamkan kami berdua? Apakah kami mengganggu kalian?" Tanya sena dengan senyum yang jahil.
         
"Mungkin, kalau gitu kita pergi aja. Jangan ganggu mereka berpacaran." Jawab minah dengan senyum yang jahil.

"YA... Goh sena  Seo minah, aisshh jinjja." Jongwoon tersipu malu mendengar kata 'berpacaran'. Jiayeon malu dengan perkataan kedua teman barunya dengan kepala tertunduk. Apa jongwoon dan jiayeon begitu dekat, setau author semalam baru kenalan. (Author ni pengganggu -_-)


Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.

"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."

"Aku mau kimchi." Jawab sena

"Aku mw ramyeon." Jawab minah    

"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon

"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.

"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."


Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.

"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."

"Aku mau kimchi." Jawab sena

"Aku mw ramyeon." Jawab minah    

"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon

"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.

"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."


Sena melihat kearah kedua namja itu, jiayeon juga ikut melihat kearah kedua namja.

"Jaehyung." Bisik sena

"Waeyo? Ada apa dengan mereka berdua." Tanya jiayeon

"Neo molla?" Tanya minah, jiayeon menggeleng kepalanya.

"Pabo-ya, dia baru semalam disini. Mana mungkin dia tau?" Jawab jiayeon, minah memukul jidatnya sendiri dan berkata "ahh... aku lupa."

"Jaehyung dan jongsuk adalah orang yang paling populer di kampus. Mereka bersahabat sejak SMA, banyak yeoja yang suka pada mereka." Sena menjawab pertanyaan sena.


"Termasuk kami berdua." Ucap minah. Sena mengangguk kepala, memang betul jika mereka berdua menyukai kedua orang itu.

"Aku menyukai ahn jaehyun. Kami sudah lama menjadi teman, bisa dibilang teman dekatnya sekaligus sahabatnya. Tapi sekarang dia menyukai seseorang."

"Nugu?" Tanya jiayeon penasaran

"Molla, dia tidak bilang padaku. Dia bilang ini adalah rahasianya." Jawab sena dengan wajah yang sedih. Jongwoon berjalan mendekati ketiga yeoja itu dengan makanan yang menempan ditangannya.

"Maaf menunggu." Ucap jongwoon membuat ketiga yeoja itu kaget.  

"Kamchagiya... kim jongwoon, kau menggagetkanku."


"Mianhae minah-ah." Jongwoon meletakan makanan di meja.

"Aku pergi dulu, aku ada urusan sebentar." Jiayeon mengganguk kepalanya. Jongwoon berbalik berjalan meninggalkan ketiga yeoja itu.

"Cha, kita makan dulu." Ucap minah, sena dan jiayeon menyetujui dengan perkataan minah.karena mereka juga merasa perut mereka sudah diminta isi. Mereka tidak menyadari jika ada dua orang melihat kearah mereka.  

Sena POV
   
Setelah kelas selesai, aku dan kedua teman baruku ini ingin mengunjungi ke cafe, dan kami memilih ke h&g cafe.

Kami keluar dari kampus, dan berjalan kaki ke h&g cafe


Kami bertiga sudah sampai di h&g cafe. Kami masuk ke dalam cafe dan melihat kim ahjumma di tempat kasir. Aku berbalik menatap sena dan minah.

"Kalian cari tempat duduk yang kalian suka, aku akan memesan minuman. Kalian ingin minum apa?" Tanya sena.

"Aku cappucino dan minah coffe latte, itu kesukaan kami." Jawab sena dan minah mengangguk kepalanya.
                                                               
"Arasseo, carilah tempat duduk yang kalian suka." Sena mengangguk dan berjalan sambil melihat tempat yang akan dia duduki disusul oleh minah.

Aku berjalan kearah kasir dan bertemu kim ahjumma eommanya jongwoon.
"Annyeonghaseyo ahjumma." Ucapku dengan senyum yang hangat dan tulus.


Kim ahjumma yang mendengar ada yang memanggil langsung berbalik dan tersenyum melihat

"Annyeong jiayeon-si." Ucap kim ahjumma kepada aku.

"Panggil jiayeon aja, tidak usah begitu formal ahjumma." Aku tersenyum hangat dan ahjumma mengangguk kepalanya.

"Mau pesan apa?" Tanya kim ahjumma kepada aku.

"Aku memesan satu hot caramel macchiato, satu cappucino, satu coffe latte dan tiga chesse cake. Ini uangnya." Jawab aku.

"Ini kembaliannya. Silahkan tunggu pesanan anda." Aku menggangguk dan berjalan kearah dimana sena dan minah duduki.


"Mianhae, apa kalian menunggu lama?" Tanyaku kepada sena dan minah.

"Aniya, duduklah." Sena mempersilakan aku duduk. Aku menurut saja dan kami duduk berlingkaran karna mejanya berbentuk lingkaran. Tiba-tiba aku ingat dengan perkataan minah.

"Minah-si, boleh aku bertanya?" Tanyaku hati-hati.

"Apakah kau menyukai lee jongsuk?" Tanyaku hati-hati. Minah sepertinya terkejut mendengar pertanyaanku.

"Ne, aku suka sama lee jongsuk." Jawab minah dan sena kayaknya sudah tau. "Sejak aku senior sudah menyukainya, sebelum berteman sama sena. Aku berteman dengan sena sejak aku masuk universitas.


Sudah 5 tahun aku menyukainya ani aku mencintainya, aku selalu melihatnya dari jauh. Aku tidak berani mendekatinya. Kalau sena akan bertemu bersama jaehyun aku selalu menghindarnya." Tiba-tiba seorang weiter membawa pesan kami. Sepertinya mereka terkejut dengan adanya chesse cake.
                                                           
"Aku yang pesankan chesse cake, karena aku gak tau kalian suka cake apa." Sena dan minah mengangguk  mengerti.

"Apa kau ada orang yang kau suka?" Tanya minah.

"Na... eobseo."Jawabku.

"Aku... sudah trauma cinta." Ucapku membuat sena dan minah terkejut.


"Apakah ada yang terjadi di masa lalumu?" Tanya sena. Aku mengangguk.

"Masa laluku adalah masa yang paling sedih, paling mengerikan menurutku."

"Kenapa?" Tanya minah.

"Waktu SHS kelas 3, aku berpacarn dengan teman sekelasku di cina. Namanya wang shijie. Dia adalah murid pindahan, mungkin bisa dibilang love at the first sight. Setelah dua bulan menyukainya, aku memberanikan diri menyatakan cintaku kepadanya dan aku diterima, dia bilang dia juga menyukaiku. Sudah 3 bulan aku berpacaran denganya, sifatnya lama-lama berubah 180°. Dia jadi lebih dekat dengan sahabatku sendiri dan aku cemburu, mereka mengyakinkanku kalau mereka tidak apa-apa dan aku mempercayainya. Setelah kami tamat SHS, aku mendapat informasi dari temanku. Dia dapat  info kalau shijie dan sahabatku  bertidur satu kamar dan melakukan hal itu, tubuhku lemah dan aku tidak bisa menerima pernyataan ini dan kami putus, persahabatanku pun hancur, hatiku merasa sangat hancur sangat sulit untuk mempercayai pernyataan ini. Karena kejadian masa lalu, jadilah aku sekarang yang trauma cinta." Aku merasakan satu cairan menetes di pipiku.

Author POV

Sena dan minah merasa prihatin pada jiayeon, dan mereka tidak menyadari jika ada orang yang mendengar percakapan mereka. Dia adalah jongwoon. Dia juga merasa prihatin kepada jiayeon. Dia berjanji akan membantu jiayeon melupakan masa lalunya dan traumanya.


Jongwoon berjalan kearah jiayeon, dan mengambil sapu tangannya untuk jiayeon.

"Uljima jiayeon-si." Jiayeon menatap mata jongwoon yang tulus.

"Aku akan membantu, aku ingin membantu kau menghilangkan trauma itu." Kata jongwoon membuat jiayeon mempercayainya tapi yang tidak bisa
Ia percaya adalah dirinya.

"Kau harus mempercaya dirimu sendiri, aku sudah berjanji membantumu jadi kau juga harus mempercayaiku." Jiayeon mengulas senyumnya yang menurut jongwoon sangat indah itu. Jiayeon memeluk jongwoon sebagai mengucapkan terima kasih kepada jongwoon.
                                             
"Gomawo jongwoon-si." Jongwoon membalas pelukan dari jiayeon dengan senang hati.


"Chonmaneyo jiayeon-si, aku akan membantumu." Jiayeon mengangguk mengerti. Sebenarnya jiayeon tau jongwoon menyukainya dari pertama kali bertemu, tapi jiayeon masih tidak bisa menghilangkan traumanya itu. Jiayeon ingin belajar mencintai, tapi dia sangat takut. Dia takut karna akan kedua kalinya lagi, tapi sekarang dia tau jongwoon akan membantunya. Dia ingin menghilangkan rasa takutnya, dia butuh seseorang membantunya, dia ingin belajar mencintai seseorang dan orang itu adalah jongwoon. Dia nyaman berada disisi jongwoon.

Jongwoon juga merasa nyaman disisi jiayeon. Dia ingin membuat jiayeon bahagia. Dia ingin selalu berada disisi jiayeon. Dia mencintai jiayeon. Ini pertama kali dia mencintai seorang yeoja, dia ingin mencintai seseorang dengan tulus dan tulus padanya dan dia akan menunggu orang itu dan semoga orang itu jiayeon.


                         ~TBC~


wkwkwk, akhirnya chapter 3 udh  selesai. Sorry ya clo gak nyambung. Semoga suka ya, thank you ^_^.
















Jumat, 07 November 2014

H&G Cafe (chapter 2)





Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: Kim jong woon, Seo jia yeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Length: Chaptered

Rating: PG

Annyeong, thor kembali lagi hahaha. Author sengaja taruh foto yura karna thor lihat2 cmn mereka berdua paling cocok wkwk. Thor suka yera couple jd... ya taruh foto mereka. Semoga klian suka. Di chapter 2 yesung sudah ada lho. Somoga klian suka ok? >_o

               ~ HAPPY READING ~


Seorang pemuda sedang berlari dengan terburu-buru. Dia sudah hampir terlambat, dosen pasti akan marah pikir pemuda itu yang bernama kim jong woon. Dia berlari dengan keringat yang melucur, dia tidak menyadari ada seorang yeoja di depannya dengan ketidak sengajaan menabrak yeoja itu
Dan terjatuh bersama.
"Auww."

"Joesonghamnida agashi, hokshi gwenchanayo?."

"Nan gwenchana." Jongwoon membantu yeoja itu berdiri dengan mengulurkan tangannya dan yeoja menerima uluran tangan dari jongwoon. Jongwoon menarik tangan yeoja itu terlalu kuat, sehingga membuat tubuh yeoja tertabrak tubuh jongwoon dan jongwoon yang hampir jatuh sehingga jongwoon menarik yeoja itu yang bernama jiayeon.


Keduanya saling terkejut dan saling menatap satu sama lain. Cantik, itulah yang di pikiran jongwoon terhadap jiayeon. Apakah ini yang namany love at the first sight?. Mereka saling menatap sangat lama, untung gak ada orang lain disekitar mereka.

Jiayeon tersadar dengan apa yang terjadi, membuat dia mendorong jongwoon. Jongwoon tersadar dan melepaskan pelukannya.

"Joesonghamnida." Ucap jongwoon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Gwenchanayo." Jiayeon tidak ingin menatap namja didepannya. Malu? Tentu saja, dia terlalu malu dengan kejadian tadi.

Ada keheningan diantara mereka. Tidak ada percakapan diantara mereka.


"Neo..." mereka saling terkejut mengucapkan kata yang sama.

Hening

"Hokshi..." mereka mengucapkan kata yang sama lagi dan keduanya sama sama tertawa

"Hahaha.."

"Kim jongwoon imnida."  Jongwoon mengulurkan tangannya dan tersenyum hangat saat memperkenalkan diri.

"Seo jiayeon imnida." Jiayeon juga mengulurkan tangannya dan tersenyum hangat.

"Yeppuda.." bisik jongwoon agak keras sehingga membuat jiayeon terkejut dengan apa yang dibilang jongwoon dan tersipu malu.


"Ne..? Gomawo." Jawab jiayeon membuat jongwoon tersipu malu.

"Hmm... kau mahasiswa di kampus ini?" Tanya jongwoon

"Ahh... ne, aku berasal dari cina, hari ini adalah hari pertamaku disini." Jawab jiayeon dengan senyum yang hangat.

"Jiayeon-si jurusan apa? Tahun ke berapa? Mianhae, aku terlalu banyak bertanya." Jongwoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Jiayeon tertawa melihat tingkah jongwoon yang menurutnya lucu. "Gwenchana jongwoon-si, aku jurusan sastra dan aku udah tahun ketiga."

"Jadi kita satu kelas, aku juga jurusan sastra tahun ketiga." Jongwoon sangat senang bisa satu kelas bersama yeoja disukainya.


"Jeongmal?"

"Ne." Jiayeon sangat senang karena di hari pertamanya sudah mendapatkan teman satu kelasnya.

"Ngomong-ngomong kelas sastra ada di mana?" Jongwoon melihat jam tangannya. Jongwoon lupa kalau dia sudah terlambat.

"Omo, aku sudah terlambat. Jiayeon-si aku pergi dulu, annyeong"  Jongwoon terburu-buru berlari  sehingga melupakan jiayeon yang satu kelas dengannya.

"YA.... Jongwoon-si, kau melupakanku." Jiayeon terus memanggil jongwoon, jongwoon yang sudah jauh dari jiayeon, tidak terdengar jiayeon memanggilnya. Sekarang jongwoon meninggalkan jiayeon sendirian.


Jiayeon menggeleng kepalanya melihat tingkah teman barunya itu, tapi dia senang bisa berteman dengan dia. Jiayeon tiba-tiba merasa dirinya berbeda, dia memegang jantungnya, berdebar dengan sangat cepat.

"Tidak mungkin aku merasakannya lagi."

Jongwoon POV

"Joesonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Aku terlambat 30 menit dan itu sangat keterlaluan. Dosen lee sudah sangat marah pada aku, aku pasti kena hukuman. -_-

"Kau akan kuhukum..."

Tok tok tok

Dosen lee belum selesai bicara, tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu dan dosen lee mengizinkannya masuk.


"Joesonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Jiayeon-si?

Ahh... aku lupa jiayeon-si satu kelas denganku. Tadi aku terburu-buru sampai aku melupakan jiayeon-si, aku benar benar bodoh.

"Oo... Seo jiayeon?" Tanya dosen lee

"Ne, naneun Seo jiayeon imnida. Joeseonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Dia menatapku dengan senyum hangat. Cantik. Itulah yang di pikiranku saat dia menatapku.

"Gwenchana, kau masih mahasiswa baru, sekarang kau carilah tempat dudukmu." Jawab dosen lee yang memang agak modus. -_-(pilih kasih)

"Kamsahamnida." Jiayeon-si berterima kasih kepada dosen lee. Hmmm.


"Cheonmaneyo, dan kau akan kukasih hukuman." Aku kaget dengan dosen yang tiba-tiba berbicara padaku.hmm, aku tetap harus dapat hukuman.

"Chakaman seonsaengnim, jongwoon-si tadi membantuku jadi dia bisa terlambat. Jebal, jangan hukum dia." Jiayeon-si membantuku dan memohon kepada dosen lee jangan menghukumku. Dia yeoja yang lembut, baik dan cantik menurutku.

"Baiklah, kau sudah boleh duduk." Untung dosen lee tidak menghukumku. Aku harus berterima kasih kepada jiayeon-si.

"Kamsahamnida seonsaengnim." Dosen lee menggangguk dan aku dan jiayeon-si berjalan ke tempat duduk kami.


Ne...? Jiayeon-si duduk disamping aku? Omo... kenapa jantungku berdebar cepat kali? Apakah ini yang namanya cinta?

Author POV

Kelas sudah selesai, jiayeon dan jongwoon masih di kelas.

"Kau benar-benar melupakanku." Jiayeon melipat tangan didada. " joesonghamnida jiayeon-si, aku terburu-buru jadi terlupakanmu." Jongwoon merasa bersalah kepada jiayeon.

"Gwenchana, kau tidak usah merasa bersalah. Aku pulang dulu, annyeong."
Jiayeon berjalan keluar kelas melewati jongwoon yang bingung.

"Ne? Jiayeon-si, tunggu aku." Jongwoon mengejar jiayeon yang sudah menjauh.


"Jiayeon-si, tunggu aku." Jiayeon  berhenti berjalan dan melihat kebelakang, mendapati jongwoon berlari dengan keringat yang meluncur.

"Waeyo?"

"Aniya, kajja." Mereka berjalan keluar bersama sampai di depan gerbang. "Jongwoon-si, kau pulang dulu. Aku tunggu orang yang menjemputku."

"Hmm... baiklah, aku pulang dulu kau hati-hati ya. Annyeong."

"Ne annyeong."

Jongwoon sudah menjauh dari area kampus. Jiayeon mengeluarkan iphonenya dari kantong menelpon song ahjussi untuk menjemputnya.

"Yeoboseyo ahjussi."



"Yeoboseyo agashi, mianhae agashi. Agashi bisa tunggu sebentar? Mobilnya mogok, sekarang lagi perbaiki." Jawab song ahjussi.

"Baiklah, aku tunggu di cafe disekitar sini."

" baiklah, agashi hati-hati. Annyeong." Song ahjussi sedikit khawatir dengan agashinya.

"Ne ahjussi, annyeong." Jiayeon menutup teleponnya dengan song ahjussi. Dia berjalan dan melihat sebuah cafe yang menurutnya unik. Dia berhenti didepan cafe. Handel & Gretel Cafe.

"Handel & gretel." Jiayeon tertarik dengan cafe ini. Jiayeon berjalan masuk kedalam cafe, jiayeon berjalan ke arah kasir.

"Cheogiyo."


Jiayeon terkejut dengan melihat pelayan di depannya, pelayannya juga sama-sama terkejut dengan orang di depannya.

"Jiayeon-si."

"Jongwoon-si? Kau koq bisa disini?"
Jongwoon tertawa melihat tingkah jiayeon yang bingung.

"Ini cafe eommaku, aku bekerja disini. Kau mau pesan apa?"

"Oh~ ternyata begitu. Arasseo, aku akan pesan caramel macchiato."

"Cuma itu aja?"

"Ne."

"Baiklah. Hot Caramel macchiato satu. Silahkan duduk ditempat yang anda sukai." Jongwoon tersenyum hangat kepada jiayeon.


Jiayeon tertarik dengan meja yang disudut ruang. Dapat melihat jalanan apgujeong-dong.

"Ini minuman anda, silahkan anda menikmati." Jiayeon terkaget dengan kedatangan jongwoon.

"Omo, ah.... kau rupanya. Kamsahamnida." Jiayeon tersenyum hangat kepada jongwoon, membuat jongwoon tersipu malu.

"Cheonmaneyo, aku pergi dulu."

"Chakaman jongwoon-si, bisakah... temani aku?" Jiayeon tampak ragu mengucapkan kata 'temani'. Jongwoon kaget mendengar ucapan jiayeon. Jongwoon melihat sekeliling dan cafe sekarang hanya sedikit orang jadi dia akan menemai jiayeon.

"baiklah, aku akan menemanimu."


Jongwoon duduk di depan jiayeon dengan ragu, sedangkan jiayeon mencicipi hot caramelnya dan rasanya enak sekali.

"Eoh.. eumjoo, joahae."

"Jeongmalyo?" Jiayeon menggangguk dan itu membuat jongwoon senang.
Mereka terus berbincang, kemudian seseorang datang menggagetkan keduanya.                                              

"Jongwoon-ah."

"Eomma." Eomma jongwoon melihat kearah jiayeon.

"Nuguseyo?" Tanya eomma jongwoon kepada jiayeon. Jiayeon berdiri dan memperkenalkan diri dengan senyum yang hangat.


"Annyeonhaseyo ahjumma, naneun jiayeon imnida. Aku teman sekelas jongwoon-si."

" oh.. cantik sekali." Ucap eomma jongwoon dengan senyum yang hangat membuat jiayeon tersipu malu.

"Kamsahamnida ahjumma."eomma jongwoon mengangguk.

'Niga animyeon andwaeneo eobsin nan andwaena ireoke haru handareul tto illyeoneul'

Hp jiayeon berbunyi, jiayeon mengeluarkan hpnya dan ternyata jaehyung menleponnya.

"Mianhae." Jiayeon meminta maaf kepada jongwoon dan eommanya karena hpnya yang tiba-tiba berbunyi mengganggu pembicaraan mereka.


"Yeoboseyo."
                                   
"Yeoboseyo yeonie, kau dimana?"

"Aku ada di h&g cafe."

"Arasseo, kau tunggu disana, oppa akan menjemputmu. Song ahjussi menelponku, dia bilang tidak bisa     menjemputmu jadi song ahjussi meminta tolong pada oppa untuk menjemputmu." Celoteh jaehyung panjang lebar.

"Baiklah, aku tunggu oppa, annyeong." Jiayeon memutuskan telpon dengan oppanya.

"Hmm.. oppaku, dia akan menjemputku."

"Ohh... kau duduklah, jongwoon akan menemanimu, ahjumma permisi dulu."

"Ne ahjumma, kamsahamnida."jiayeon tersenyum hangat kepada eomma jongwoon. Kim ahjumma mengangguk dan berjalan meninggalkan keduanya tidak memulai percakapan sama sekali.

Hening

setelah 20 menit, tidak ada percakapn diantara mereka, hot caramel macchiato jiayeon juga udah habis. Hening. Seseorang datang menghampiri mereka.

"Yeonie." Jiayeon berdiri setelah jaehyung memanggilnya.

"Oppa." Jaehyung melihat kearah jongwoon.

"Hmm... nuguseyo?" Tanya jaehyung.

"Dia teman sekelasku, namanya jongwoon." Jawab jiayeon.

"Annyeonghaseyo, jongwoon imnida."

"Annyeong, jaehyung imnida. Aku oppanya jiayeon." Jongwoon mengangguk mengerti. Jaehyung kembali menatap jiayeon.

"Kajja, kita pulang." Jiayeon mengangguk mengerti.

"Kami pulang dulu. Annyeong." Ucap jiayeon dengan senyum yang hangat.

"Annyeong." Ucap jongwoon dengan senyum yang hangat. Kim ahjumma berjalan kearah Jongwoon. "Sudah mw pulang ya?"

"Ne, ahjumma. Ahh.. ahjumma, ini oppaku."

"Annyeong ahjumma, jaehyung imnida." Ucap jaehyung dengan senyum yang hangat.

"Annyeong." Ucap kim ahjumma dengan senyum yang hangat.

"Kami pulang dulu ahjumma." Jawab jaehyung.

"Baiklah, hati-hati di jalan ne?"

"Ne ahjumma, annyeong."

"Annyeong." Jongwoon dan kim ahjumma sama-sama mengucapkan 'annyeong' kepada jaehyung dan jiayeon. Jaehyung dan jiayeon keluar dari cafe. Menuju kemobil ferarri jaehyun, kemudian masuk kemobil dan meninggalkan h&g cafe.

"Kau suka padanya, kan?" Tanya kim ahjumma pada jongwoon.

"Ne...? Eomma.." kim ahjumma seperti bisa membaca pikiran jongwoon.

"Dari matamu. Kau memandang dia berbeda dengan kau memandang orang lain.

"Apa begitu kelihatan?" Tanya jongwoon dengan senyum malu-malu, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ne, tapi eomma mendukunglu."

Jongwoon kaget mendengar ucap eommanya, tapi dia senang, dia senang eommanya begitu mendukungnya. Jongwoon memeluk eommanya.

"Gomawo eomma." Kim ahjumma membalas pelukan jongwoon.

"Cheonmaneyo."



                                    ~TBC~


Waau~ chapter 2 udh selsai semoga semuany suka ya. Kyuhyun dan seohyun akan di chapter 3, jadi sabar ya. Ok lah, semoga kalian suka dan berikan comment ya.














Rabu, 05 November 2014

H&G Cafe (Chapter 1)





Tittle: H&G Cafe

Author: jialing88  

Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)          

Support cast: find by your self

Genre: Friendship, Family, Romance              
Length: chaptered

Rating: PG


            Annyeonghaseyo^^ naneun jialing imnida hehehe. Saya author baru dan ini ff pertamaku. Semoga chingu suka  ff pertamaku.maaf ya clo ceritanya gak nyambung.^^
                                                 
                 ~HAPPY READING~


Di bandara incheon, seorang gadis yang berpakaian  kemeja putih, celana jeans, dan sepatu boct sedang menunggu orang yang akan menjemputnya. Dia berdiri di samping bandara . Seorang lelaki paruh baya
Mengahmpirinya.

"Annyeonghaseyo agashi." Salam lelaki paruh baya dengan senyum yang hangat.

Yeoja itu tersenyum dan berkata "annyeonghaseyo ahjjushi."
                                                                     
"Lama tak berjumpa agashi."

"Ne, lama tak berjumpa ahjushi"

"Sajangnim dan nyonya sedang menunggu agashi. Mereka sangat merindukan anda." Celoteh lelaki paruh baya itu.

"Appa eomma..." bisik jiayeon



Jiayeon POV

     Annyeong, naneun seo jiayeon imnida. Keluargaku adalah keluarga yang paling kaya seasia. Semuanya tau kalau appaku adalah Seo Dong Woo sajangnim SJY. SJY adalah perusahaan yang paling besar dan kaya di dunia. Tapi tidak semua orang yang tau aku dan ini lebih baik, karena saya takut yang mendekatiku hanya untuk uang dari keluargaku.

       Aku akan melanjutkan kuliahku di korea, karena ini adalah keinginan appa eomma dan aku harus bisa melakukannya.

        Sejak masih senior, saya tinggal bersama halmoni yang di cina. Sudah 6 tahun di cina, aku sangat merindukan appa eomma dan juga seoul.


Sekarang aku sudah kembali ke seoul dan saya akan memulai hidupku yang ingin berwarna.

     Saya sudah sampai di rumah yang seperti istana ini. Sudah 6 tahun aku meninggalkan rumah ini dan sekarang aku sangat merindukanya.
                                         
     Seorang pelayan membuka pintu untukku. Aku sudah masuk ke rumah dan nampaklah seorang lelaki paruh baya dan wanita paruh baya. "Appa eomma" panggilku untuk dua orang paruh baya itu. "Chagiya~" aku berjalan kearah eomma dan memeluk eomma. Aku sangat merindukan eomma.

 "Jia yeon~ah." Panggil appa.

"Appa." Aku melepaskan pelukan dengan eomma dan berpeluk dengan appa. Aku sangat merindukan appa dan eomma. Sudah 6 tahun gak ketemu, eomma dan appa semakin tua. Aku merindukan keduanya sampai oppaku terlupakan. Aku melepaskan pelukan dengan appa dan bertanya. "Appa, dimana oppa? Aku belum melihatnya dari tadi. Aku sangat merindukannya."

"Oppamu ada di kantor, nanti akan pulang."

 Aku tersenyum hangat kepada appa dan eomma. Eomma tersenyum dan berkata "Chagiya~ kamarmu sudah kusuruh bibi han bereskan, sekarang kau istitahat dulu, ne."

"Ne, eomma."
                                                         
  Aku naik ke lantai dua dan berjalan ke kamarku. Ku buka pintu yang berwarna putih dan melihat sekeliling kamar yang berwarna sky blue. Sangat berbeda dengan dulu, sekarang terlihat sangat cantik.


Ku letakan koperku di lantai, menyusun barang-barangku yang ada di koper. Setelah siap menyusun barang, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah bersihkan diri, aku meresa sangat ngantuk dan bergegas ke kasur yang sudah lama tidak menempatinya dan sangat kurindukan.

Nan bogoshipeo.

Author POV

Hari sudah mulai senja, Jaehyung baru tiba dirumah dengan mobil ferarinya. Kini dia sangat senang karena yeodeongsaeng kesayangannya sudah kembali, dia sangat merindukan deongsaengnya itu. Dia segera masuk kedalam rumah dan melihat eomma dan appanya sedang duduk santai.
                             
"Eomma appa dorawasseoyo."


Hyojung mengangguk dan tersenyum hangat kepada Jaehyung. " dia ada di kamarnya."

"Arasseo eomma."

Jaehyung berjalan kearah tangga, naik ke lantai dua dan berjalan kearah kamar deongsaengnya yang terletak disamping kamarnya.

Dia sudah ada didepan pintu, perlahan dia membuka pintunya dan dapat melihat yeodeongsaengnya yang sedang tidur manis. Perlahan dia mendekati deongsaengnya yang sedang mimpi indah, tidak ingin membangunkannya. Jaehyung mielihat wajah Jiayeon lama, jaehyung sangat merindukannya, sudah 6 tahun tidak ketemu. Sentuhan diwajah jiayeon membuat jiayeon terbangun dari mimpi indahnya. Jiayeon menatap wajah didepannya yang ternyata oppanya.


Dia terbangun dari baring menjadi duduk. Dia melihat wajah oppanya, dia sangat senang dan memeluk oppanya.

"Oppa, nan bogoshipeo."

"Na do, nae deongsaeng." Jaehyung membalas pelukan dan melepaskan rindunya. "Sudah 6 tahun gak ketemu, kau semakin cantik."

Jiayeon melepas pelukannya, tersenyum hangat dan tulus dan kembali memeluk jaehyung.

Author POV

Keesok harinya, jiayeon memulai aktvitasnya. Universitas yang dia pilih adalah korea international university yang paling berprestasi di seoul. Dia sudah siap dan bergegas ke kampus. Song ahjussi sudah menunggunya, Song ahjussi supir pribadi keluarga seo. Seo dongwoo sangat mempercayainya. Dia akan mengantar jiayeon ke kampus. " annyeonghaseyo agashi." Jiayeon tersenyum hangat kepada song ahjussi. "Annyeonghaseyo ahjussi." Ahjussi membuka pintu mobil untuk jiayeon. "Silahkan masuk, agashi." " Kamsahamnida ahjussi."  "Cheonmaneyo agashi."

Jiayeon sudah sampai di depan gerbang kampus. Dia melihat sekeliling, tidak ada yang tau tentang dia dan dia bersyukur untuk hal itu.  Dan tidak ada yang tau kalau dia diantar oleh supirnya, karena...

Flashback

"Ahjussi, berhenti disini saja."


"Tapi agashi, kampus masih jauh dari sini."

"Tinggal 10 meter aja kan? Gwenchana ahjussi, tidak usah khawatir. Setelah usai aku akan menelpon ahjussi, annyeong." Song ahjussi terlihat sangat khawatir, tapi dia yakin jiayeon pasti baik-baik saja.

Flashend

                                   ~TBC~


Wauu~ chapter 1 udh selesai, hehehe. Maaf ya di chapter 1 yesung belum keluar. ELF jangan sedih ya >o<. Di chapter 2 akan ada yesung dan maaf ya clo ada yang gak nyambung san salah tulis karena author masih baru hehehe.tolong di coment ya dan tolong berikan kritik.hehehe ^^ sampai jumpa di chapter 2.