Sabtu, 27 Desember 2014
H&G Cafe (Chapter 4)
Tittle: H&G Cafe
Author: Jialing88
Main cast: kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)
Support cast: find by your self
Genre: friendship, family, romance, sad
Lenght: chaptered
Rating: PG
Annyeonghaseyo^^ mianhae chinguya dah lama baru post chapter 4, karena aku harus ikut ujian semester jadi tidak bs post. Hehehe^^ maklumi, nah mungkin di chapter 4 ini aku akan bikin lebih panjang. Terima kasih ya comennya, aku akan bikin lebih panjang dan semoga kalian suka ya^^.
~HAPPY READING~
Author POV
Sudah satu bulan jiayeon berada di seoul dan sudah satu bulan jiayeon mengenal jongwoon dan kedua temannya. Jiayeon dan jongwoon semakin dekat. Jiayeon sudah menganggap jongwoon sebagai sahabat, tetapi jongwoon menganggap jiayeon lebih dari sahabat. Pertama kali melihat jiayeon, jongwoon sudah menyukainya dan jiayeon tau itu. Jiayeon ingin mencoba mencintai seorang Kim jongwoon, tetapi masih tidak bisa. Jiayeon masih terlalu trauma dengan hal itu, jiayeon sudah tidak ingin memikirkannya lagi. Dia hanya ingin hidup dengan tenang dan sederhana, walaupun dia anak orang kaya.
~H&G Cafe~
Jiayeon duduk di pojok kanan dekat jendela sedang menunggu kedua sahabatny yaitu sena dan minah, itu adalah tempat favorite jiayeon dan kedua sahabatnya, tempat itu bisa melihat jalan seoul yang berkendaraan dan pejalan kaki yang berlalu lalang.
Sudah 30menit jiayeon menunggu, kedua sahabatnya masih belum datang. Jiayeon merasa bosan, jiayeon tidak suka menunggu. Tiba-tiba seseorang memegang bahunya dan membuat jiayeon kaget.
"Mereka berdua masih belum datang?" Ternyata orang itu adalah jongwoon.
"Ah... kau menggagetkanku."
"Hehehe... mianhae, aku tidak sengaja." Sambil berjalan ke tempat duduk yang berhadapan dengan jiayeon
"Gwenchana, kenapa mereka lama sekali." Oceh jiayeon.
Jongwoon tertawa melihat tingkah jiayeon yang menurutnya sangat lucu.
"Waeyo? Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya jiayeon.
"A..a..aniya" jawab jongwoon yang menjadi salah tingkah. Jongwoon memalingkan wajahnya melihat kearah pintu masuk dan melihat kedua sahabatnya sudah datang.
"Mereka dah datang." Jiayeon berbalik melihat mereka, jiayeon merasa lega akhirnya mereka sudah datang. Sena dan minah melihat jiayeon dan jongwoon yang duduk di tempat biasa segera berjalan kearah mereka. Setelah sampai di depan jiayeon, segera meminta maaf atas terlambatnya mereka.
"Mianhae, kami terlambat." Jawab sena dan minah serempak, mereka merasa bersalah karena sudah 30menit ditungguin mereka berdua. Jiayeon tersenyum melihat kedua sahabatnya. Jiayeon berdiri dari tempat duduknya dan berkata.
"Gwenchana, aku kesal melihat kalian terlambat, tapi aku lega melihat kalian sudah datang, akan tetapi hanya kali ini saja tidak ada kedua kalinya." Pinta jiayeon. Sena dan minah mengangguk mengerti dan tersenyum senang.
"Gomawo, chinguya." Jiayeon tertawa melihat tingkah kedua temannya ini yang menurutnya sangat lucu. Jongwoon berdiri dari tempat duduknya dan berkata "Kalian duduklah."
Ketiga yeoja itu mengangguk dan duduk di kursi yang di sediakan.
"Kalian ingin meminum apa?" Tanya jongwoon kepada tiga yeoja di depannya.
"Tiga hot chocolate." Jawab jiayeon.
"Baiklah. Tunggu sebentar, pesanannya akan segera datang." Jawab jongwoon dan segera meninggalkan ketiga yeoja itu.
"Apakah kau akan traktir kami?" Tanya minah hati-hati. Jiayeon tertawa melihat ekspresi sena dan minah yang menurutnya lucu.
"Ani. Kalian bayar sendiri." Jawab jiayeon membuat sena dan minah lega, jiayeon tertawa lagi melihat tingkah sena dan minah.
"Just kidding, aku memang akan traktir kalian." Sena dan minah merasa tidak enak hati karena sudah datang terlambat dan ditraktir oleh jiayeon.
"Jiayeon-ah, apakah aku boleh tanya sesuatu?" Tanya sena serius.
"Boleh." Jawab jiayeon
"Kau sebenarnya siapa? Kenapa kau terus mengtraktir kami? Dan boleh bilang, setiap kalau kita datang ke cafe kau akan selalu mengtraktir kami." Tanya sena.
"Aku...aku hanya orang sederhana." Jawab jiayeon gugup.
"Tidak mungkin, tidak mungkin orang sederhana akan setiap hari mengtraktir temannya."
"Tolonglah, katakan yang sebenarnya." Pinta minah. Jiayeon menunduk, membuang nafasnya dalam.
"Siapa aku? aku akan mengatakannya keundae, mianhae bukan sekarang waktunya." Jawab jiayeon.
"Jebal, kasih aku waktu. Setelah waktunya sampai , aku akan mengatakan yang sejujurnya pada kalian tapi, tidak sekarang." Jawab jiayeon.
"Baiklah, kami akan tunggu." Jawab sena.
"Tapi, mengtraktir kalian aku bisa menjawabnya. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin traktir kalian. Aku benar-benar menjadikan kalian sebagai temanku sahabatku. Kalian begitu tulus menjadikanku sebagai teman kalian. Ini adalah pertama kali aku ada teman yang begitu tulus seperti kalian, tidak seperti temanku yang dulu." Jawab jiayeon sedih, air mata sudah menetes di pipi jiayeon. Sena tidak tega melihat jiayeon yang begitu sedih segera bejalan kearah jiayeon dan memeluknya.
"Uljima, kami akan selalu menjadi teman yang baik. Kami akan menjadi sahabat baikmu. Kami akan selalu bersamamu." Sena merasa prihatin kepada jiayeon. Jiayeon membalas pelukan sena, dia sangat berterima kasih kepada sena dan minah yang selalu bersamanya dan juga jongwoon yang selalu menemaninya. Mungkin jiayeon terlalu egois, tapi jiayeon tidak peduli, jiayeon tidak ingin seperti dulu lagi.
"Gomawo sena-ya." Jawab jiayeon.
"Cheonmaneyo jiayeon-ah. Uljimayo, ne?"
"Maafkan kami jiayeon-ah, kami hanya aneh dengan kau yang selalu traktir kami, kami tidak bermaksud apa-apa, maafkan kami ne?" Jiayeon mengangguk. Jongwoon melihat semuanya dan berjalan kearah mereka.
"Sudahlah uljimarayo jiayeon-ah, ini hot chocolate kalian, minumlah. Kalian beruntung, cafe sekarang tidak ada orang kalau ada, kalian pasti akan dikira kalian lagi berantam." Ketiga yeoja itu tertawa mendengar perkataan jongwoon.
"Sudahlah kajja, kita selesaikan tugas kelompok kita." Kata minah dan ketiga orang itu mengangguk mengerti. Mereka mulai mengerjakan tugas kelompok mereka.
~Apartement Jaehyun~
"Ya...kau masih belum bilang padanya, kalau kau suka sama dia, kau cinta sama dia?" Tanya jeongsuk
"Ya...apakah suaramu tidak bisa dikecilkan?" Tanya jaehyun kesal.
"Kau belum mengatakan yang sejujurnya?" Tanya jongsuk. Jaehyun menggeleng kepalanya.
"Aku...masih belum berani, aku terlalu pengecut. Aku takut jika dia tidak mrnerimaku, persahabatan kami akan hancur." Jawab jaehyun sambil menunduk. Jongsuk memegang bahu jaehyun dan berkata.
"Nae chinguya, kalau kau cinta padanya kau harus mengatakanya. Jangan menjadi seorang pengecut, ditolak atau tidak itu adalah masalah belakang." Ucap jongsuk. Jaehyun mengangguk dan berkata "Arasseo, aku akan mengatakannya. Kau dan shinhye gimana?" Tanya jongsuk.
"Mau gimana lagi? Dia sekarang jadi lebih dingin padaku." Ucap jongsuk sedih.
"Dia mungkin sedang ada masalah." Ucap jaehyun.
"Aku rasa begitu. Ya...sudahlah kajja, kita keluar cari makan, di apartementmu gak ada makanan." Kata jongsuk membuat jaehyun tertawa.
"Ckck..kau ini ada-ada saja, kajja." Mereka berjalan keluar dari apartement jaehyun.
Sena POV
Sudah tiga hari tidak melihat jaehyun, kemana anak itu? Sampai sekarang batang hidungnya aja gak kelihatan.
Anak itu, biasanya kemanapun akan mengatakannya padaku, kenapa sudah tiga hari ini tidak ada kabar? Setidaknya menelponku atau smsku tapi ini tidak sama sekali, membuat orang khawatir saja.
Aku terus memegang iphoneku semoga berharap telponan atau sms dari dia. Aku terus melamun sampai aku tidak menyadari minah ada di apartementku dan duduk disampingku dan membuatku terkejut.
"Ya...kau sedang apa?" Tanya minah
"Kau menggagetkanku." Jawabku
"Hehe..mian, kau sedang apa?" Tanya minah lagi.
"Aku sedang menunggu telponan atau sms dari jaehyun. Dia sudah tiga hari belum memberikan kabar dan itu membuat aku khawatir." Jawabku merasa sedih.
"Ohh...kenapa kau tidak menelponnya saja?" Hah? Menelponnya? Yang benar saja.
"Shireo." Jawabku. "Waeyo?" Tanya minah.
"Tidak mungkin yeoja yang pertama nelpon namja, buat malu saja." Jawabku.
"Tapi kau khawatir dia, kau nelpon dia saja kalau kau khawatir dia." Minah benar, tapi....
I love you saranghaeyoneol boneun narimyeon dulman mannaneun nari anindedoneoegeman jal boiryeogo mak geurae nan geurae
Tiba-tiba iphoneku berdering menyanyikan sebuah lagu Akdong Musician- I Love You menyatakan seseorang menelponku dan ternyata orang itu adalah.... jaehyun.
"Yeoboseoyo." Jawabku
"Yeoboseoyo." Jawab jaehyun. Syukurlah dia baik-baik saja.
"Ya... kau ini kemana saja? Sudah tiga hari ini kau tidak ada kabar. Kau benar-benar membuatku khawatir." Ucapku yang hampir menangis.
"Hehe... mian, membuatmu khawatir. Malam ini apakah kau ada waktu?" Tanya jaehyun. Kenapa dia? Tiba-tiba menanyakan hal semacam ini?
"Untuk apa?" Tanyaku curiga
"Aku...aku ingin mengajakmu makan malam, apakah kau malam ini ada waktu?" Tanya jaehyun membuatku terdiam. Omo, ini benar-benar jaehyun? Tumben sekali dia ingin mengajak aku makan malam.
"Ada...dimana? Jam?" Tanyaku.
"Jam 7 malam, aku yang akan menjemputmu." Jawab jaehyun. Anak itu kenapa bisa semangat kali?
"Baiklah, akan ku tunggu." Jawabku.
"Hmm...annyeong."
"Annyeong." Jawabku malas. Ku tutup telponku dengan jaehyun dan membuang nafas lega karna anak itu akhirnya menghubungiku. Aku tersenyum senang bisa makan malam dengan jaehyun. Sudah 2 tahun tidak makan malam bersama jaehyun. Aku rindu dulu yang aku lalui dengan jaehyun.
"Kenapa kau tersenyum sendiri? Sena-ya kau membuatku takut." Minah bergidik ngeri melihatku ketawa sendiri.
"Hya... minah-ya, aku senang sekali. Hari ini jaehyun mengajakku makan malam. Kya...aku sangat senang, minah-ya." Aku sangat senang sehingga tidak menyadari kalau aku memeluk minah.
"Ya...lepaskan, aku tidak bisa bernafas."ucap minah dan aku langsung melepaskan pelukan kami berdua.
"Hehe...mianhae minah-ya." Aku tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Minah sepertinya sangat kesal melihat tingkahku yang sepertinya kekanakan.
"Jadi, aku harus pakai baju apa?" Tanyaku pada minah.
"Biar aku yang bantu." Ucap minah. Aku berterimakasih kepadamu minah.
"Gomawo minah-ya." Ucap terima kasihku pada minah.
"Cheonma. Kajja kita pilih baju." Aku mengangguk mengerti dan kami menyibukan memilih baju dan berdandan. Aku akan menjadi yang terbaik didepan jaehyun.
Author POV
Pukul 7 malam
Sena sedang menunggu jaehyun datang menjemputnya, minah sudah pulang dari apartermen sena karena ada urusan. Suara mobil mendekat dan berhenti di depan apartement sena. Itu jaehyun, jaehyun keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati sena. Jaehyun terpesona melihat sena yang begitu cantik sampai tidak tau harus bilang apa. Sena merasa tidak nyaman karena jaehyun terus melihatnya.
"Ya...apa yang kau lihat? Kau membuatku tidak nyaman." Ucap sena membuat jaehyun menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Mian sena-ya keundae, kau sangat cantik."ucap jaehyun tulus membiat sena tersipu malu.
"Sudahlah, kajja kita pergi." Sena berjalan melewati jaehyun, membuat jaehyun segera membalik badannya dan berjalan mendekati sena. Jaehyun membuka pintu untuk sena dan membuat sena tidak terbiasa dilakukan seperti ini. Setelah sena masuk kedalam mobil, jaehyun menutup pintu mobil dan berlari kecil menuju kursi pengemudinya. Setelah jaehyun masuk kedalam mobil, melaju mobilnya ketempat tujuan mereka.
Hening, itulah yang diciptakan mereka berdua ketika didalam mobil.
Mobil jaehyun membawa mereka ketempat yang sudah direncanakan oleh jaehyun. Cafe yang dekat dengan sungai han (author gak tau nama cafeny apa, jd maklumi)
Mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe. Mereka duduk di sudut yang bisa melihat indahnya sungai han. Seorang pelayan datang ketempat duduk mereka, memberikan buku menu dan bertanya ingin memesan apa? Jaehyun dan sena sama-sama memesan jjajamyeon dan jus apel, setelah itu pelayan pergi meninggalkan jaehyun dan sena.
"Sudah lama kita tidak makan bersama." Ucap jaehyun memecahkan hening. Sena mengangguk canggung.
Setelah pesanan datang, mereka berdua memakan dengan diam tidak ada yang buka suara.
Setelah selesai makan, jaehyun memanggil pelayan dan membayar makanan yang dipesan dia dan sena. Kemudian mereka berjalan keluar dari cafe dan berjalan-jalan ke tepi sungau han.
"Sena-ya." Panggil jaehyun membuat keduanya berhenti berjalan. Jaehyun berjalan ke depan sena, berhadapan dengan sena. Sena terkejut dengan apa yang di lakukan jaehyun.
"Jaehyunie? Apa yang kau lakukan?" Tanya jaehyun kepada sena.
"Bukankah kau selalu bertanya padaku, orang yang aku sukai siapa? Aku sekarang bisa menjawabmu... aku menyukaimu sena-ya." Sena terkejut dengan pengakuan jaehyun, sena tidak percaya ternyata jaehyun juga menyukainya. "Jaehyunie, berdirilah." Pinta sena dan jaehyun menurut.
"Kenapa kau sekarang baru bilang? Kenapa dari dulu kau tidak mau bilang? Hiks...hiks... kenapa?" Sena menangis, dia menangis bukan karna dia membenci jaehyun, dia menangis karna dia sangat senang, dia senang mendengar pengakuan jaehyun. Ternyata jaehyun juga menyukainya, kedua tangan jaehyun menyentuh pipi sena dan berkata " Uljima... mianhae. Aku tau aku salah, aku terlalu pengecut , aku takut persahabatan kita akan hancur, aku takut kau marah padaku." Sena memeluk jaehyun dan jaehyun membalas pelukan sena.
"Babo-ya, hiks...hiks...hiks kenapa aku harus marah? Untuk apa aku marah? Aku juga menyukaimu jaehyunie." Jaehyun melepaskan pelukan tidak percaya, sena menyukainya? Apakah ini mimpi? Jangankan aku bangun dari mimpi ini, pikir jaehyun.
"Pertama kali kita bertemu aku sudah menyukaimu, aku sudah mendendam perasaan ini lama sampai akhir ini, mungkin bisa di bilang hari ini cintaku dibalas." Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan kembali, tiba-tiba air meluncur dengan sangat indah.
Mereka melepas pelukan dan melihat ke arah sungai han, senyuman yang bahagia. "Kapan kau menyukaiku?" tanya sena membuat jaehyun gagap.
"Hmm...igo...aku tidak tau, yang aku tau aku hanya menyukaimu seorang, aku hanya ingin bersamamu, aku hanya ingin kau disamping ku selamanya dan menjadi pendamping hidupku." Jawab jaehyun membuat sena tertawa gembira.
"Aigoo...kenapa mulutmu ini sangat manis?" Tanya sena dan itu membuat jaehyun tertawa.
"Karna kau ada disampingku." Jawab jaehyun dan...
CHU~
Sena POV
Omo... jaehyun mencium bibirku, itu adalah FIRST KISS ku. Aku melepas ciumanku dengan jaehyun dan berteriak kepada jaehyun.
"YA...AHN JAEHYUN, ITU ADALAH FIRST KISSKU." Jaehyun berlari dan aku mengejarnya.
"Hahaha... gwenchana, karna kau sudah menjadi milikku." Jawab jaehyunie dan itu membuat mukaku merah seperti tomat. Tapi aku sangat senang, aku tidak sia-sia menyukai jaehyun, akhirnya cintaku terbalas. Aku tidak percaya, tapi aku percaya takdir."
Karna ada takdir, aku bisa ketemu jaehyun. Karna ada takdir, sekarang aku bisa bersama dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku. Sekarang dia duduk di sampingku, kami duduk di bangku yang tersedia di tepian sungai han. Dia terlihat sangat tampan dan terpesona.
"Jaehyunie." Dia melihat kearahku dan aku langsung....
CHU~
Sebuah kecupan singkat di pipinya dan membuat mukaku merah seperti tomat. "Gomawo." Jaehyun tersenyum manis dan itu membuatnya sangat pesona dari mataku. Kami berdua akan selalu bersama, tidak akan berpisah.
~TBC~
wahh....akhirnya chapter 4 udh slsai. Mianhae clo jalan ceritanya jelek,aneh dan tidak nyambung. Ahh... akhirnya sepasang sudah menjadi sepasang kekasih. Disini akan ada 3pasangan ehhh... salah", 4pasangan karna akan ada donghae oppa^^, nae oppa wkwkwk :D hadap comen ya ^~^.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar