Rabu, 19 November 2014

H&G Cafe (Chapter 3)







Tittle: H&G Cafe

Author: jialing88

Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)                  

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romace , sad

Lenght: chaptered    

Rating: PG

 Annyeong^^ author kembali lagi. Aduh... tmn author tny mw sampai chapter brp? Author aja pun gtw-_-( author macam apa ini) imajinasi author blm full jadi gtw sampai chapter brp, wkwkwkwk . Chapter 3 ini semoga semuanya suka.

            ~ HAPPY READING~


Author POV

Keesokan harinya, jiayeon datang kekampus sangat pagi. Dia masuk kekelasnya, belum ada orang yang datang. Suasana masih sepi. Ada dua orang yeoja masuk kekelas sedang berbincang sambil tertawa. Jiayeon melihat kearah mereka, kedua yeoja itu pun terkejut melihat jiayeon.

"Annyeonghaseyo." Jiayeon memberi salam kepada kedua yeoja. Kedua yeoja itu pun memberi salam kepada jiayeon.

"Annyeonghaseyo."

"Hmm.. kau mahasiswa pindahan?"

"Hmm.. ne, jiayeon imnida." Jiayeon memperkenalkan diri kepada kedua yeoja itu.


"Sena imnida." "Minah imnida." Kedua yeoja itu memperkenalkan diri kepada jiayeon.

"Semoga kita bisa menjadi teman yang baik." Ucap sena membuat jiayeon senang. Jiayeon mengangguk senang dan ketiga yeoja tertawa bersama dan berbincang dengan tertawa yang riang.

Setelah kelas selesai, ketiga yeoja itu keluar dari kelas dan menuju kekantin.
Setelah tiba dikantin, mereka melihat kesana kesini mencari tempat duduk yang bisa mereka duduki. Dikantin banyak orang jadi tempat duduk semuanya full, hanya ada satu tempat yang diduduki seorang namja yang sedang membaca buku.

Jiayeon mengajak mereka kearah tempat duduk yang diduduki oleh namja itu.


"Jongwoon-si." Jongwoon melihat kearah orang yang memanggilnya tadi.

"Jiayeon-si." Jongwoon tersenyum hangat kepada yeoja yang di depannya.

"Boleh kami duduk disini?" Tanya jiayeon. Kami? Jongwoon melihat kebelakang jiayeon, ternyata sena dan minah, teman senior jongwoon. Jongwoon mengangguk sambil berkata. "Silahkan."

Jiayeon duduk di samping jongwoon dan duduk berhadapan dengan sena dan minah.

"Mianhae, kalau ganggu kau lagi baca buku."


"Aniya, tidak ganggu kok." Jawab jongwoon dengan senyum yang canggung. Dan mereka berdua tertawa bersama. Tiba-tiba suara sena menggagetkan keduanya.

"Ehem... apakah kalian akan mendiamkan kami berdua? Apakah kami mengganggu kalian?" Tanya sena dengan senyum yang jahil.
         
"Mungkin, kalau gitu kita pergi aja. Jangan ganggu mereka berpacaran." Jawab minah dengan senyum yang jahil.

"YA... Goh sena  Seo minah, aisshh jinjja." Jongwoon tersipu malu mendengar kata 'berpacaran'. Jiayeon malu dengan perkataan kedua teman barunya dengan kepala tertunduk. Apa jongwoon dan jiayeon begitu dekat, setau author semalam baru kenalan. (Author ni pengganggu -_-)


Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.

"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."

"Aku mau kimchi." Jawab sena

"Aku mw ramyeon." Jawab minah    

"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon

"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.

"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."


Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.

"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."

"Aku mau kimchi." Jawab sena

"Aku mw ramyeon." Jawab minah    

"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon

"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.

"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."


Sena melihat kearah kedua namja itu, jiayeon juga ikut melihat kearah kedua namja.

"Jaehyung." Bisik sena

"Waeyo? Ada apa dengan mereka berdua." Tanya jiayeon

"Neo molla?" Tanya minah, jiayeon menggeleng kepalanya.

"Pabo-ya, dia baru semalam disini. Mana mungkin dia tau?" Jawab jiayeon, minah memukul jidatnya sendiri dan berkata "ahh... aku lupa."

"Jaehyung dan jongsuk adalah orang yang paling populer di kampus. Mereka bersahabat sejak SMA, banyak yeoja yang suka pada mereka." Sena menjawab pertanyaan sena.


"Termasuk kami berdua." Ucap minah. Sena mengangguk kepala, memang betul jika mereka berdua menyukai kedua orang itu.

"Aku menyukai ahn jaehyun. Kami sudah lama menjadi teman, bisa dibilang teman dekatnya sekaligus sahabatnya. Tapi sekarang dia menyukai seseorang."

"Nugu?" Tanya jiayeon penasaran

"Molla, dia tidak bilang padaku. Dia bilang ini adalah rahasianya." Jawab sena dengan wajah yang sedih. Jongwoon berjalan mendekati ketiga yeoja itu dengan makanan yang menempan ditangannya.

"Maaf menunggu." Ucap jongwoon membuat ketiga yeoja itu kaget.  

"Kamchagiya... kim jongwoon, kau menggagetkanku."


"Mianhae minah-ah." Jongwoon meletakan makanan di meja.

"Aku pergi dulu, aku ada urusan sebentar." Jiayeon mengganguk kepalanya. Jongwoon berbalik berjalan meninggalkan ketiga yeoja itu.

"Cha, kita makan dulu." Ucap minah, sena dan jiayeon menyetujui dengan perkataan minah.karena mereka juga merasa perut mereka sudah diminta isi. Mereka tidak menyadari jika ada dua orang melihat kearah mereka.  

Sena POV
   
Setelah kelas selesai, aku dan kedua teman baruku ini ingin mengunjungi ke cafe, dan kami memilih ke h&g cafe.

Kami keluar dari kampus, dan berjalan kaki ke h&g cafe


Kami bertiga sudah sampai di h&g cafe. Kami masuk ke dalam cafe dan melihat kim ahjumma di tempat kasir. Aku berbalik menatap sena dan minah.

"Kalian cari tempat duduk yang kalian suka, aku akan memesan minuman. Kalian ingin minum apa?" Tanya sena.

"Aku cappucino dan minah coffe latte, itu kesukaan kami." Jawab sena dan minah mengangguk kepalanya.
                                                               
"Arasseo, carilah tempat duduk yang kalian suka." Sena mengangguk dan berjalan sambil melihat tempat yang akan dia duduki disusul oleh minah.

Aku berjalan kearah kasir dan bertemu kim ahjumma eommanya jongwoon.
"Annyeonghaseyo ahjumma." Ucapku dengan senyum yang hangat dan tulus.


Kim ahjumma yang mendengar ada yang memanggil langsung berbalik dan tersenyum melihat

"Annyeong jiayeon-si." Ucap kim ahjumma kepada aku.

"Panggil jiayeon aja, tidak usah begitu formal ahjumma." Aku tersenyum hangat dan ahjumma mengangguk kepalanya.

"Mau pesan apa?" Tanya kim ahjumma kepada aku.

"Aku memesan satu hot caramel macchiato, satu cappucino, satu coffe latte dan tiga chesse cake. Ini uangnya." Jawab aku.

"Ini kembaliannya. Silahkan tunggu pesanan anda." Aku menggangguk dan berjalan kearah dimana sena dan minah duduki.


"Mianhae, apa kalian menunggu lama?" Tanyaku kepada sena dan minah.

"Aniya, duduklah." Sena mempersilakan aku duduk. Aku menurut saja dan kami duduk berlingkaran karna mejanya berbentuk lingkaran. Tiba-tiba aku ingat dengan perkataan minah.

"Minah-si, boleh aku bertanya?" Tanyaku hati-hati.

"Apakah kau menyukai lee jongsuk?" Tanyaku hati-hati. Minah sepertinya terkejut mendengar pertanyaanku.

"Ne, aku suka sama lee jongsuk." Jawab minah dan sena kayaknya sudah tau. "Sejak aku senior sudah menyukainya, sebelum berteman sama sena. Aku berteman dengan sena sejak aku masuk universitas.


Sudah 5 tahun aku menyukainya ani aku mencintainya, aku selalu melihatnya dari jauh. Aku tidak berani mendekatinya. Kalau sena akan bertemu bersama jaehyun aku selalu menghindarnya." Tiba-tiba seorang weiter membawa pesan kami. Sepertinya mereka terkejut dengan adanya chesse cake.
                                                           
"Aku yang pesankan chesse cake, karena aku gak tau kalian suka cake apa." Sena dan minah mengangguk  mengerti.

"Apa kau ada orang yang kau suka?" Tanya minah.

"Na... eobseo."Jawabku.

"Aku... sudah trauma cinta." Ucapku membuat sena dan minah terkejut.


"Apakah ada yang terjadi di masa lalumu?" Tanya sena. Aku mengangguk.

"Masa laluku adalah masa yang paling sedih, paling mengerikan menurutku."

"Kenapa?" Tanya minah.

"Waktu SHS kelas 3, aku berpacarn dengan teman sekelasku di cina. Namanya wang shijie. Dia adalah murid pindahan, mungkin bisa dibilang love at the first sight. Setelah dua bulan menyukainya, aku memberanikan diri menyatakan cintaku kepadanya dan aku diterima, dia bilang dia juga menyukaiku. Sudah 3 bulan aku berpacaran denganya, sifatnya lama-lama berubah 180°. Dia jadi lebih dekat dengan sahabatku sendiri dan aku cemburu, mereka mengyakinkanku kalau mereka tidak apa-apa dan aku mempercayainya. Setelah kami tamat SHS, aku mendapat informasi dari temanku. Dia dapat  info kalau shijie dan sahabatku  bertidur satu kamar dan melakukan hal itu, tubuhku lemah dan aku tidak bisa menerima pernyataan ini dan kami putus, persahabatanku pun hancur, hatiku merasa sangat hancur sangat sulit untuk mempercayai pernyataan ini. Karena kejadian masa lalu, jadilah aku sekarang yang trauma cinta." Aku merasakan satu cairan menetes di pipiku.

Author POV

Sena dan minah merasa prihatin pada jiayeon, dan mereka tidak menyadari jika ada orang yang mendengar percakapan mereka. Dia adalah jongwoon. Dia juga merasa prihatin kepada jiayeon. Dia berjanji akan membantu jiayeon melupakan masa lalunya dan traumanya.


Jongwoon berjalan kearah jiayeon, dan mengambil sapu tangannya untuk jiayeon.

"Uljima jiayeon-si." Jiayeon menatap mata jongwoon yang tulus.

"Aku akan membantu, aku ingin membantu kau menghilangkan trauma itu." Kata jongwoon membuat jiayeon mempercayainya tapi yang tidak bisa
Ia percaya adalah dirinya.

"Kau harus mempercaya dirimu sendiri, aku sudah berjanji membantumu jadi kau juga harus mempercayaiku." Jiayeon mengulas senyumnya yang menurut jongwoon sangat indah itu. Jiayeon memeluk jongwoon sebagai mengucapkan terima kasih kepada jongwoon.
                                             
"Gomawo jongwoon-si." Jongwoon membalas pelukan dari jiayeon dengan senang hati.


"Chonmaneyo jiayeon-si, aku akan membantumu." Jiayeon mengangguk mengerti. Sebenarnya jiayeon tau jongwoon menyukainya dari pertama kali bertemu, tapi jiayeon masih tidak bisa menghilangkan traumanya itu. Jiayeon ingin belajar mencintai, tapi dia sangat takut. Dia takut karna akan kedua kalinya lagi, tapi sekarang dia tau jongwoon akan membantunya. Dia ingin menghilangkan rasa takutnya, dia butuh seseorang membantunya, dia ingin belajar mencintai seseorang dan orang itu adalah jongwoon. Dia nyaman berada disisi jongwoon.

Jongwoon juga merasa nyaman disisi jiayeon. Dia ingin membuat jiayeon bahagia. Dia ingin selalu berada disisi jiayeon. Dia mencintai jiayeon. Ini pertama kali dia mencintai seorang yeoja, dia ingin mencintai seseorang dengan tulus dan tulus padanya dan dia akan menunggu orang itu dan semoga orang itu jiayeon.


                         ~TBC~


wkwkwk, akhirnya chapter 3 udh  selesai. Sorry ya clo gak nyambung. Semoga suka ya, thank you ^_^.
















Jumat, 07 November 2014

H&G Cafe (chapter 2)





Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: Kim jong woon, Seo jia yeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Length: Chaptered

Rating: PG

Annyeong, thor kembali lagi hahaha. Author sengaja taruh foto yura karna thor lihat2 cmn mereka berdua paling cocok wkwk. Thor suka yera couple jd... ya taruh foto mereka. Semoga klian suka. Di chapter 2 yesung sudah ada lho. Somoga klian suka ok? >_o

               ~ HAPPY READING ~


Seorang pemuda sedang berlari dengan terburu-buru. Dia sudah hampir terlambat, dosen pasti akan marah pikir pemuda itu yang bernama kim jong woon. Dia berlari dengan keringat yang melucur, dia tidak menyadari ada seorang yeoja di depannya dengan ketidak sengajaan menabrak yeoja itu
Dan terjatuh bersama.
"Auww."

"Joesonghamnida agashi, hokshi gwenchanayo?."

"Nan gwenchana." Jongwoon membantu yeoja itu berdiri dengan mengulurkan tangannya dan yeoja menerima uluran tangan dari jongwoon. Jongwoon menarik tangan yeoja itu terlalu kuat, sehingga membuat tubuh yeoja tertabrak tubuh jongwoon dan jongwoon yang hampir jatuh sehingga jongwoon menarik yeoja itu yang bernama jiayeon.


Keduanya saling terkejut dan saling menatap satu sama lain. Cantik, itulah yang di pikiran jongwoon terhadap jiayeon. Apakah ini yang namany love at the first sight?. Mereka saling menatap sangat lama, untung gak ada orang lain disekitar mereka.

Jiayeon tersadar dengan apa yang terjadi, membuat dia mendorong jongwoon. Jongwoon tersadar dan melepaskan pelukannya.

"Joesonghamnida." Ucap jongwoon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Gwenchanayo." Jiayeon tidak ingin menatap namja didepannya. Malu? Tentu saja, dia terlalu malu dengan kejadian tadi.

Ada keheningan diantara mereka. Tidak ada percakapan diantara mereka.


"Neo..." mereka saling terkejut mengucapkan kata yang sama.

Hening

"Hokshi..." mereka mengucapkan kata yang sama lagi dan keduanya sama sama tertawa

"Hahaha.."

"Kim jongwoon imnida."  Jongwoon mengulurkan tangannya dan tersenyum hangat saat memperkenalkan diri.

"Seo jiayeon imnida." Jiayeon juga mengulurkan tangannya dan tersenyum hangat.

"Yeppuda.." bisik jongwoon agak keras sehingga membuat jiayeon terkejut dengan apa yang dibilang jongwoon dan tersipu malu.


"Ne..? Gomawo." Jawab jiayeon membuat jongwoon tersipu malu.

"Hmm... kau mahasiswa di kampus ini?" Tanya jongwoon

"Ahh... ne, aku berasal dari cina, hari ini adalah hari pertamaku disini." Jawab jiayeon dengan senyum yang hangat.

"Jiayeon-si jurusan apa? Tahun ke berapa? Mianhae, aku terlalu banyak bertanya." Jongwoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Jiayeon tertawa melihat tingkah jongwoon yang menurutnya lucu. "Gwenchana jongwoon-si, aku jurusan sastra dan aku udah tahun ketiga."

"Jadi kita satu kelas, aku juga jurusan sastra tahun ketiga." Jongwoon sangat senang bisa satu kelas bersama yeoja disukainya.


"Jeongmal?"

"Ne." Jiayeon sangat senang karena di hari pertamanya sudah mendapatkan teman satu kelasnya.

"Ngomong-ngomong kelas sastra ada di mana?" Jongwoon melihat jam tangannya. Jongwoon lupa kalau dia sudah terlambat.

"Omo, aku sudah terlambat. Jiayeon-si aku pergi dulu, annyeong"  Jongwoon terburu-buru berlari  sehingga melupakan jiayeon yang satu kelas dengannya.

"YA.... Jongwoon-si, kau melupakanku." Jiayeon terus memanggil jongwoon, jongwoon yang sudah jauh dari jiayeon, tidak terdengar jiayeon memanggilnya. Sekarang jongwoon meninggalkan jiayeon sendirian.


Jiayeon menggeleng kepalanya melihat tingkah teman barunya itu, tapi dia senang bisa berteman dengan dia. Jiayeon tiba-tiba merasa dirinya berbeda, dia memegang jantungnya, berdebar dengan sangat cepat.

"Tidak mungkin aku merasakannya lagi."

Jongwoon POV

"Joesonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Aku terlambat 30 menit dan itu sangat keterlaluan. Dosen lee sudah sangat marah pada aku, aku pasti kena hukuman. -_-

"Kau akan kuhukum..."

Tok tok tok

Dosen lee belum selesai bicara, tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu dan dosen lee mengizinkannya masuk.


"Joesonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Jiayeon-si?

Ahh... aku lupa jiayeon-si satu kelas denganku. Tadi aku terburu-buru sampai aku melupakan jiayeon-si, aku benar benar bodoh.

"Oo... Seo jiayeon?" Tanya dosen lee

"Ne, naneun Seo jiayeon imnida. Joeseonghamnida seonsaengnim, aku terlambat." Dia menatapku dengan senyum hangat. Cantik. Itulah yang di pikiranku saat dia menatapku.

"Gwenchana, kau masih mahasiswa baru, sekarang kau carilah tempat dudukmu." Jawab dosen lee yang memang agak modus. -_-(pilih kasih)

"Kamsahamnida." Jiayeon-si berterima kasih kepada dosen lee. Hmmm.


"Cheonmaneyo, dan kau akan kukasih hukuman." Aku kaget dengan dosen yang tiba-tiba berbicara padaku.hmm, aku tetap harus dapat hukuman.

"Chakaman seonsaengnim, jongwoon-si tadi membantuku jadi dia bisa terlambat. Jebal, jangan hukum dia." Jiayeon-si membantuku dan memohon kepada dosen lee jangan menghukumku. Dia yeoja yang lembut, baik dan cantik menurutku.

"Baiklah, kau sudah boleh duduk." Untung dosen lee tidak menghukumku. Aku harus berterima kasih kepada jiayeon-si.

"Kamsahamnida seonsaengnim." Dosen lee menggangguk dan aku dan jiayeon-si berjalan ke tempat duduk kami.


Ne...? Jiayeon-si duduk disamping aku? Omo... kenapa jantungku berdebar cepat kali? Apakah ini yang namanya cinta?

Author POV

Kelas sudah selesai, jiayeon dan jongwoon masih di kelas.

"Kau benar-benar melupakanku." Jiayeon melipat tangan didada. " joesonghamnida jiayeon-si, aku terburu-buru jadi terlupakanmu." Jongwoon merasa bersalah kepada jiayeon.

"Gwenchana, kau tidak usah merasa bersalah. Aku pulang dulu, annyeong."
Jiayeon berjalan keluar kelas melewati jongwoon yang bingung.

"Ne? Jiayeon-si, tunggu aku." Jongwoon mengejar jiayeon yang sudah menjauh.


"Jiayeon-si, tunggu aku." Jiayeon  berhenti berjalan dan melihat kebelakang, mendapati jongwoon berlari dengan keringat yang meluncur.

"Waeyo?"

"Aniya, kajja." Mereka berjalan keluar bersama sampai di depan gerbang. "Jongwoon-si, kau pulang dulu. Aku tunggu orang yang menjemputku."

"Hmm... baiklah, aku pulang dulu kau hati-hati ya. Annyeong."

"Ne annyeong."

Jongwoon sudah menjauh dari area kampus. Jiayeon mengeluarkan iphonenya dari kantong menelpon song ahjussi untuk menjemputnya.

"Yeoboseyo ahjussi."



"Yeoboseyo agashi, mianhae agashi. Agashi bisa tunggu sebentar? Mobilnya mogok, sekarang lagi perbaiki." Jawab song ahjussi.

"Baiklah, aku tunggu di cafe disekitar sini."

" baiklah, agashi hati-hati. Annyeong." Song ahjussi sedikit khawatir dengan agashinya.

"Ne ahjussi, annyeong." Jiayeon menutup teleponnya dengan song ahjussi. Dia berjalan dan melihat sebuah cafe yang menurutnya unik. Dia berhenti didepan cafe. Handel & Gretel Cafe.

"Handel & gretel." Jiayeon tertarik dengan cafe ini. Jiayeon berjalan masuk kedalam cafe, jiayeon berjalan ke arah kasir.

"Cheogiyo."


Jiayeon terkejut dengan melihat pelayan di depannya, pelayannya juga sama-sama terkejut dengan orang di depannya.

"Jiayeon-si."

"Jongwoon-si? Kau koq bisa disini?"
Jongwoon tertawa melihat tingkah jiayeon yang bingung.

"Ini cafe eommaku, aku bekerja disini. Kau mau pesan apa?"

"Oh~ ternyata begitu. Arasseo, aku akan pesan caramel macchiato."

"Cuma itu aja?"

"Ne."

"Baiklah. Hot Caramel macchiato satu. Silahkan duduk ditempat yang anda sukai." Jongwoon tersenyum hangat kepada jiayeon.


Jiayeon tertarik dengan meja yang disudut ruang. Dapat melihat jalanan apgujeong-dong.

"Ini minuman anda, silahkan anda menikmati." Jiayeon terkaget dengan kedatangan jongwoon.

"Omo, ah.... kau rupanya. Kamsahamnida." Jiayeon tersenyum hangat kepada jongwoon, membuat jongwoon tersipu malu.

"Cheonmaneyo, aku pergi dulu."

"Chakaman jongwoon-si, bisakah... temani aku?" Jiayeon tampak ragu mengucapkan kata 'temani'. Jongwoon kaget mendengar ucapan jiayeon. Jongwoon melihat sekeliling dan cafe sekarang hanya sedikit orang jadi dia akan menemai jiayeon.

"baiklah, aku akan menemanimu."


Jongwoon duduk di depan jiayeon dengan ragu, sedangkan jiayeon mencicipi hot caramelnya dan rasanya enak sekali.

"Eoh.. eumjoo, joahae."

"Jeongmalyo?" Jiayeon menggangguk dan itu membuat jongwoon senang.
Mereka terus berbincang, kemudian seseorang datang menggagetkan keduanya.                                              

"Jongwoon-ah."

"Eomma." Eomma jongwoon melihat kearah jiayeon.

"Nuguseyo?" Tanya eomma jongwoon kepada jiayeon. Jiayeon berdiri dan memperkenalkan diri dengan senyum yang hangat.


"Annyeonhaseyo ahjumma, naneun jiayeon imnida. Aku teman sekelas jongwoon-si."

" oh.. cantik sekali." Ucap eomma jongwoon dengan senyum yang hangat membuat jiayeon tersipu malu.

"Kamsahamnida ahjumma."eomma jongwoon mengangguk.

'Niga animyeon andwaeneo eobsin nan andwaena ireoke haru handareul tto illyeoneul'

Hp jiayeon berbunyi, jiayeon mengeluarkan hpnya dan ternyata jaehyung menleponnya.

"Mianhae." Jiayeon meminta maaf kepada jongwoon dan eommanya karena hpnya yang tiba-tiba berbunyi mengganggu pembicaraan mereka.


"Yeoboseyo."
                                   
"Yeoboseyo yeonie, kau dimana?"

"Aku ada di h&g cafe."

"Arasseo, kau tunggu disana, oppa akan menjemputmu. Song ahjussi menelponku, dia bilang tidak bisa     menjemputmu jadi song ahjussi meminta tolong pada oppa untuk menjemputmu." Celoteh jaehyung panjang lebar.

"Baiklah, aku tunggu oppa, annyeong." Jiayeon memutuskan telpon dengan oppanya.

"Hmm.. oppaku, dia akan menjemputku."

"Ohh... kau duduklah, jongwoon akan menemanimu, ahjumma permisi dulu."

"Ne ahjumma, kamsahamnida."jiayeon tersenyum hangat kepada eomma jongwoon. Kim ahjumma mengangguk dan berjalan meninggalkan keduanya tidak memulai percakapan sama sekali.

Hening

setelah 20 menit, tidak ada percakapn diantara mereka, hot caramel macchiato jiayeon juga udah habis. Hening. Seseorang datang menghampiri mereka.

"Yeonie." Jiayeon berdiri setelah jaehyung memanggilnya.

"Oppa." Jaehyung melihat kearah jongwoon.

"Hmm... nuguseyo?" Tanya jaehyung.

"Dia teman sekelasku, namanya jongwoon." Jawab jiayeon.

"Annyeonghaseyo, jongwoon imnida."

"Annyeong, jaehyung imnida. Aku oppanya jiayeon." Jongwoon mengangguk mengerti. Jaehyung kembali menatap jiayeon.

"Kajja, kita pulang." Jiayeon mengangguk mengerti.

"Kami pulang dulu. Annyeong." Ucap jiayeon dengan senyum yang hangat.

"Annyeong." Ucap jongwoon dengan senyum yang hangat. Kim ahjumma berjalan kearah Jongwoon. "Sudah mw pulang ya?"

"Ne, ahjumma. Ahh.. ahjumma, ini oppaku."

"Annyeong ahjumma, jaehyung imnida." Ucap jaehyung dengan senyum yang hangat.

"Annyeong." Ucap kim ahjumma dengan senyum yang hangat.

"Kami pulang dulu ahjumma." Jawab jaehyung.

"Baiklah, hati-hati di jalan ne?"

"Ne ahjumma, annyeong."

"Annyeong." Jongwoon dan kim ahjumma sama-sama mengucapkan 'annyeong' kepada jaehyung dan jiayeon. Jaehyung dan jiayeon keluar dari cafe. Menuju kemobil ferarri jaehyun, kemudian masuk kemobil dan meninggalkan h&g cafe.

"Kau suka padanya, kan?" Tanya kim ahjumma pada jongwoon.

"Ne...? Eomma.." kim ahjumma seperti bisa membaca pikiran jongwoon.

"Dari matamu. Kau memandang dia berbeda dengan kau memandang orang lain.

"Apa begitu kelihatan?" Tanya jongwoon dengan senyum malu-malu, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ne, tapi eomma mendukunglu."

Jongwoon kaget mendengar ucap eommanya, tapi dia senang, dia senang eommanya begitu mendukungnya. Jongwoon memeluk eommanya.

"Gomawo eomma." Kim ahjumma membalas pelukan jongwoon.

"Cheonmaneyo."



                                    ~TBC~


Waau~ chapter 2 udh selsai semoga semuany suka ya. Kyuhyun dan seohyun akan di chapter 3, jadi sabar ya. Ok lah, semoga kalian suka dan berikan comment ya.














Rabu, 05 November 2014

H&G Cafe (Chapter 1)





Tittle: H&G Cafe

Author: jialing88  

Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)          

Support cast: find by your self

Genre: Friendship, Family, Romance              
Length: chaptered

Rating: PG


            Annyeonghaseyo^^ naneun jialing imnida hehehe. Saya author baru dan ini ff pertamaku. Semoga chingu suka  ff pertamaku.maaf ya clo ceritanya gak nyambung.^^
                                                 
                 ~HAPPY READING~


Di bandara incheon, seorang gadis yang berpakaian  kemeja putih, celana jeans, dan sepatu boct sedang menunggu orang yang akan menjemputnya. Dia berdiri di samping bandara . Seorang lelaki paruh baya
Mengahmpirinya.

"Annyeonghaseyo agashi." Salam lelaki paruh baya dengan senyum yang hangat.

Yeoja itu tersenyum dan berkata "annyeonghaseyo ahjjushi."
                                                                     
"Lama tak berjumpa agashi."

"Ne, lama tak berjumpa ahjushi"

"Sajangnim dan nyonya sedang menunggu agashi. Mereka sangat merindukan anda." Celoteh lelaki paruh baya itu.

"Appa eomma..." bisik jiayeon



Jiayeon POV

     Annyeong, naneun seo jiayeon imnida. Keluargaku adalah keluarga yang paling kaya seasia. Semuanya tau kalau appaku adalah Seo Dong Woo sajangnim SJY. SJY adalah perusahaan yang paling besar dan kaya di dunia. Tapi tidak semua orang yang tau aku dan ini lebih baik, karena saya takut yang mendekatiku hanya untuk uang dari keluargaku.

       Aku akan melanjutkan kuliahku di korea, karena ini adalah keinginan appa eomma dan aku harus bisa melakukannya.

        Sejak masih senior, saya tinggal bersama halmoni yang di cina. Sudah 6 tahun di cina, aku sangat merindukan appa eomma dan juga seoul.


Sekarang aku sudah kembali ke seoul dan saya akan memulai hidupku yang ingin berwarna.

     Saya sudah sampai di rumah yang seperti istana ini. Sudah 6 tahun aku meninggalkan rumah ini dan sekarang aku sangat merindukanya.
                                         
     Seorang pelayan membuka pintu untukku. Aku sudah masuk ke rumah dan nampaklah seorang lelaki paruh baya dan wanita paruh baya. "Appa eomma" panggilku untuk dua orang paruh baya itu. "Chagiya~" aku berjalan kearah eomma dan memeluk eomma. Aku sangat merindukan eomma.

 "Jia yeon~ah." Panggil appa.

"Appa." Aku melepaskan pelukan dengan eomma dan berpeluk dengan appa. Aku sangat merindukan appa dan eomma. Sudah 6 tahun gak ketemu, eomma dan appa semakin tua. Aku merindukan keduanya sampai oppaku terlupakan. Aku melepaskan pelukan dengan appa dan bertanya. "Appa, dimana oppa? Aku belum melihatnya dari tadi. Aku sangat merindukannya."

"Oppamu ada di kantor, nanti akan pulang."

 Aku tersenyum hangat kepada appa dan eomma. Eomma tersenyum dan berkata "Chagiya~ kamarmu sudah kusuruh bibi han bereskan, sekarang kau istitahat dulu, ne."

"Ne, eomma."
                                                         
  Aku naik ke lantai dua dan berjalan ke kamarku. Ku buka pintu yang berwarna putih dan melihat sekeliling kamar yang berwarna sky blue. Sangat berbeda dengan dulu, sekarang terlihat sangat cantik.


Ku letakan koperku di lantai, menyusun barang-barangku yang ada di koper. Setelah siap menyusun barang, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah bersihkan diri, aku meresa sangat ngantuk dan bergegas ke kasur yang sudah lama tidak menempatinya dan sangat kurindukan.

Nan bogoshipeo.

Author POV

Hari sudah mulai senja, Jaehyung baru tiba dirumah dengan mobil ferarinya. Kini dia sangat senang karena yeodeongsaeng kesayangannya sudah kembali, dia sangat merindukan deongsaengnya itu. Dia segera masuk kedalam rumah dan melihat eomma dan appanya sedang duduk santai.
                             
"Eomma appa dorawasseoyo."


Hyojung mengangguk dan tersenyum hangat kepada Jaehyung. " dia ada di kamarnya."

"Arasseo eomma."

Jaehyung berjalan kearah tangga, naik ke lantai dua dan berjalan kearah kamar deongsaengnya yang terletak disamping kamarnya.

Dia sudah ada didepan pintu, perlahan dia membuka pintunya dan dapat melihat yeodeongsaengnya yang sedang tidur manis. Perlahan dia mendekati deongsaengnya yang sedang mimpi indah, tidak ingin membangunkannya. Jaehyung mielihat wajah Jiayeon lama, jaehyung sangat merindukannya, sudah 6 tahun tidak ketemu. Sentuhan diwajah jiayeon membuat jiayeon terbangun dari mimpi indahnya. Jiayeon menatap wajah didepannya yang ternyata oppanya.


Dia terbangun dari baring menjadi duduk. Dia melihat wajah oppanya, dia sangat senang dan memeluk oppanya.

"Oppa, nan bogoshipeo."

"Na do, nae deongsaeng." Jaehyung membalas pelukan dan melepaskan rindunya. "Sudah 6 tahun gak ketemu, kau semakin cantik."

Jiayeon melepas pelukannya, tersenyum hangat dan tulus dan kembali memeluk jaehyung.

Author POV

Keesok harinya, jiayeon memulai aktvitasnya. Universitas yang dia pilih adalah korea international university yang paling berprestasi di seoul. Dia sudah siap dan bergegas ke kampus. Song ahjussi sudah menunggunya, Song ahjussi supir pribadi keluarga seo. Seo dongwoo sangat mempercayainya. Dia akan mengantar jiayeon ke kampus. " annyeonghaseyo agashi." Jiayeon tersenyum hangat kepada song ahjussi. "Annyeonghaseyo ahjussi." Ahjussi membuka pintu mobil untuk jiayeon. "Silahkan masuk, agashi." " Kamsahamnida ahjussi."  "Cheonmaneyo agashi."

Jiayeon sudah sampai di depan gerbang kampus. Dia melihat sekeliling, tidak ada yang tau tentang dia dan dia bersyukur untuk hal itu.  Dan tidak ada yang tau kalau dia diantar oleh supirnya, karena...

Flashback

"Ahjussi, berhenti disini saja."


"Tapi agashi, kampus masih jauh dari sini."

"Tinggal 10 meter aja kan? Gwenchana ahjussi, tidak usah khawatir. Setelah usai aku akan menelpon ahjussi, annyeong." Song ahjussi terlihat sangat khawatir, tapi dia yakin jiayeon pasti baik-baik saja.

Flashend

                                   ~TBC~


Wauu~ chapter 1 udh selesai, hehehe. Maaf ya di chapter 1 yesung belum keluar. ELF jangan sedih ya >o<. Di chapter 2 akan ada yesung dan maaf ya clo ada yang gak nyambung san salah tulis karena author masih baru hehehe.tolong di coment ya dan tolong berikan kritik.hehehe ^^ sampai jumpa di chapter 2.