Tittle: H&G Cafe
Author: jialing88
Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)
Support cast: find by your self
Genre: friendship, family, romace , sad
Lenght: chaptered
Rating: PG
Annyeong^^ author kembali lagi. Aduh... tmn author tny mw sampai chapter brp? Author aja pun gtw-_-( author macam apa ini) imajinasi author blm full jadi gtw sampai chapter brp, wkwkwkwk . Chapter 3 ini semoga semuanya suka.
~ HAPPY READING~
Author POV
Keesokan harinya, jiayeon datang kekampus sangat pagi. Dia masuk kekelasnya, belum ada orang yang datang. Suasana masih sepi. Ada dua orang yeoja masuk kekelas sedang berbincang sambil tertawa. Jiayeon melihat kearah mereka, kedua yeoja itu pun terkejut melihat jiayeon.
"Annyeonghaseyo." Jiayeon memberi salam kepada kedua yeoja. Kedua yeoja itu pun memberi salam kepada jiayeon.
"Annyeonghaseyo."
"Hmm.. kau mahasiswa pindahan?"
"Hmm.. ne, jiayeon imnida." Jiayeon memperkenalkan diri kepada kedua yeoja itu.
"Sena imnida." "Minah imnida." Kedua yeoja itu memperkenalkan diri kepada jiayeon.
"Semoga kita bisa menjadi teman yang baik." Ucap sena membuat jiayeon senang. Jiayeon mengangguk senang dan ketiga yeoja tertawa bersama dan berbincang dengan tertawa yang riang.
Setelah kelas selesai, ketiga yeoja itu keluar dari kelas dan menuju kekantin.
Setelah tiba dikantin, mereka melihat kesana kesini mencari tempat duduk yang bisa mereka duduki. Dikantin banyak orang jadi tempat duduk semuanya full, hanya ada satu tempat yang diduduki seorang namja yang sedang membaca buku.
Jiayeon mengajak mereka kearah tempat duduk yang diduduki oleh namja itu.
"Jongwoon-si." Jongwoon melihat kearah orang yang memanggilnya tadi.
"Jiayeon-si." Jongwoon tersenyum hangat kepada yeoja yang di depannya.
"Boleh kami duduk disini?" Tanya jiayeon. Kami? Jongwoon melihat kebelakang jiayeon, ternyata sena dan minah, teman senior jongwoon. Jongwoon mengangguk sambil berkata. "Silahkan."
Jiayeon duduk di samping jongwoon dan duduk berhadapan dengan sena dan minah.
"Mianhae, kalau ganggu kau lagi baca buku."
"Aniya, tidak ganggu kok." Jawab jongwoon dengan senyum yang canggung. Dan mereka berdua tertawa bersama. Tiba-tiba suara sena menggagetkan keduanya.
"Ehem... apakah kalian akan mendiamkan kami berdua? Apakah kami mengganggu kalian?" Tanya sena dengan senyum yang jahil.
"Mungkin, kalau gitu kita pergi aja. Jangan ganggu mereka berpacaran." Jawab minah dengan senyum yang jahil.
"YA... Goh sena Seo minah, aisshh jinjja." Jongwoon tersipu malu mendengar kata 'berpacaran'. Jiayeon malu dengan perkataan kedua teman barunya dengan kepala tertunduk. Apa jongwoon dan jiayeon begitu dekat, setau author semalam baru kenalan. (Author ni pengganggu -_-)
Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.
"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."
"Aku mau kimchi." Jawab sena
"Aku mw ramyeon." Jawab minah
"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon
"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.
"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."
Muka jongwoon dan jiayeon sangat merah seperti tomat. Sena dan minah menertawakan kedua orang itu. Tiba-tiba jongwoon berdiri.
"Jiayeon-si, sena-ya, minah-ya kalian mau makan apa? Aku pergi pesan makanan untuk kalian."
"Aku mau kimchi." Jawab sena
"Aku mw ramyeon." Jawab minah
"Hmm... aku jajjamyeon aja." Jawab jiayeon
"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab jongwoon. Jongwoon pergi memesan makanan, meninggalkan tiga yeoja itu. Tiba-tiba minah melihat dua orang namja yang paling ganteng di kampus ini.
"Sena-ya, kau lihat sana. Ada jaehyung dan jongsuk."
Sena melihat kearah kedua namja itu, jiayeon juga ikut melihat kearah kedua namja.
"Jaehyung." Bisik sena
"Waeyo? Ada apa dengan mereka berdua." Tanya jiayeon
"Neo molla?" Tanya minah, jiayeon menggeleng kepalanya.
"Pabo-ya, dia baru semalam disini. Mana mungkin dia tau?" Jawab jiayeon, minah memukul jidatnya sendiri dan berkata "ahh... aku lupa."
"Jaehyung dan jongsuk adalah orang yang paling populer di kampus. Mereka bersahabat sejak SMA, banyak yeoja yang suka pada mereka." Sena menjawab pertanyaan sena.
"Termasuk kami berdua." Ucap minah. Sena mengangguk kepala, memang betul jika mereka berdua menyukai kedua orang itu.
"Aku menyukai ahn jaehyun. Kami sudah lama menjadi teman, bisa dibilang teman dekatnya sekaligus sahabatnya. Tapi sekarang dia menyukai seseorang."
"Nugu?" Tanya jiayeon penasaran
"Molla, dia tidak bilang padaku. Dia bilang ini adalah rahasianya." Jawab sena dengan wajah yang sedih. Jongwoon berjalan mendekati ketiga yeoja itu dengan makanan yang menempan ditangannya.
"Maaf menunggu." Ucap jongwoon membuat ketiga yeoja itu kaget.
"Kamchagiya... kim jongwoon, kau menggagetkanku."
"Mianhae minah-ah." Jongwoon meletakan makanan di meja.
"Aku pergi dulu, aku ada urusan sebentar." Jiayeon mengganguk kepalanya. Jongwoon berbalik berjalan meninggalkan ketiga yeoja itu.
"Cha, kita makan dulu." Ucap minah, sena dan jiayeon menyetujui dengan perkataan minah.karena mereka juga merasa perut mereka sudah diminta isi. Mereka tidak menyadari jika ada dua orang melihat kearah mereka.
Sena POV
Setelah kelas selesai, aku dan kedua teman baruku ini ingin mengunjungi ke cafe, dan kami memilih ke h&g cafe.
Kami keluar dari kampus, dan berjalan kaki ke h&g cafe
Kami bertiga sudah sampai di h&g cafe. Kami masuk ke dalam cafe dan melihat kim ahjumma di tempat kasir. Aku berbalik menatap sena dan minah.
"Kalian cari tempat duduk yang kalian suka, aku akan memesan minuman. Kalian ingin minum apa?" Tanya sena.
"Aku cappucino dan minah coffe latte, itu kesukaan kami." Jawab sena dan minah mengangguk kepalanya.
"Arasseo, carilah tempat duduk yang kalian suka." Sena mengangguk dan berjalan sambil melihat tempat yang akan dia duduki disusul oleh minah.
Aku berjalan kearah kasir dan bertemu kim ahjumma eommanya jongwoon.
"Annyeonghaseyo ahjumma." Ucapku dengan senyum yang hangat dan tulus.
Kim ahjumma yang mendengar ada yang memanggil langsung berbalik dan tersenyum melihat
"Annyeong jiayeon-si." Ucap kim ahjumma kepada aku.
"Panggil jiayeon aja, tidak usah begitu formal ahjumma." Aku tersenyum hangat dan ahjumma mengangguk kepalanya.
"Mau pesan apa?" Tanya kim ahjumma kepada aku.
"Aku memesan satu hot caramel macchiato, satu cappucino, satu coffe latte dan tiga chesse cake. Ini uangnya." Jawab aku.
"Ini kembaliannya. Silahkan tunggu pesanan anda." Aku menggangguk dan berjalan kearah dimana sena dan minah duduki.
"Mianhae, apa kalian menunggu lama?" Tanyaku kepada sena dan minah.
"Aniya, duduklah." Sena mempersilakan aku duduk. Aku menurut saja dan kami duduk berlingkaran karna mejanya berbentuk lingkaran. Tiba-tiba aku ingat dengan perkataan minah.
"Minah-si, boleh aku bertanya?" Tanyaku hati-hati.
"Apakah kau menyukai lee jongsuk?" Tanyaku hati-hati. Minah sepertinya terkejut mendengar pertanyaanku.
"Ne, aku suka sama lee jongsuk." Jawab minah dan sena kayaknya sudah tau. "Sejak aku senior sudah menyukainya, sebelum berteman sama sena. Aku berteman dengan sena sejak aku masuk universitas.
Sudah 5 tahun aku menyukainya ani aku mencintainya, aku selalu melihatnya dari jauh. Aku tidak berani mendekatinya. Kalau sena akan bertemu bersama jaehyun aku selalu menghindarnya." Tiba-tiba seorang weiter membawa pesan kami. Sepertinya mereka terkejut dengan adanya chesse cake.
"Aku yang pesankan chesse cake, karena aku gak tau kalian suka cake apa." Sena dan minah mengangguk mengerti.
"Apa kau ada orang yang kau suka?" Tanya minah.
"Na... eobseo."Jawabku.
"Aku... sudah trauma cinta." Ucapku membuat sena dan minah terkejut.
"Apakah ada yang terjadi di masa lalumu?" Tanya sena. Aku mengangguk.
"Masa laluku adalah masa yang paling sedih, paling mengerikan menurutku."
"Kenapa?" Tanya minah.
"Waktu SHS kelas 3, aku berpacarn dengan teman sekelasku di cina. Namanya wang shijie. Dia adalah murid pindahan, mungkin bisa dibilang love at the first sight. Setelah dua bulan menyukainya, aku memberanikan diri menyatakan cintaku kepadanya dan aku diterima, dia bilang dia juga menyukaiku. Sudah 3 bulan aku berpacaran denganya, sifatnya lama-lama berubah 180°. Dia jadi lebih dekat dengan sahabatku sendiri dan aku cemburu, mereka mengyakinkanku kalau mereka tidak apa-apa dan aku mempercayainya. Setelah kami tamat SHS, aku mendapat informasi dari temanku. Dia dapat info kalau shijie dan sahabatku bertidur satu kamar dan melakukan hal itu, tubuhku lemah dan aku tidak bisa menerima pernyataan ini dan kami putus, persahabatanku pun hancur, hatiku merasa sangat hancur sangat sulit untuk mempercayai pernyataan ini. Karena kejadian masa lalu, jadilah aku sekarang yang trauma cinta." Aku merasakan satu cairan menetes di pipiku.
Author POV
Sena dan minah merasa prihatin pada jiayeon, dan mereka tidak menyadari jika ada orang yang mendengar percakapan mereka. Dia adalah jongwoon. Dia juga merasa prihatin kepada jiayeon. Dia berjanji akan membantu jiayeon melupakan masa lalunya dan traumanya.
Jongwoon berjalan kearah jiayeon, dan mengambil sapu tangannya untuk jiayeon.
"Uljima jiayeon-si." Jiayeon menatap mata jongwoon yang tulus.
"Aku akan membantu, aku ingin membantu kau menghilangkan trauma itu." Kata jongwoon membuat jiayeon mempercayainya tapi yang tidak bisa
Ia percaya adalah dirinya.
"Kau harus mempercaya dirimu sendiri, aku sudah berjanji membantumu jadi kau juga harus mempercayaiku." Jiayeon mengulas senyumnya yang menurut jongwoon sangat indah itu. Jiayeon memeluk jongwoon sebagai mengucapkan terima kasih kepada jongwoon.
"Gomawo jongwoon-si." Jongwoon membalas pelukan dari jiayeon dengan senang hati.
"Chonmaneyo jiayeon-si, aku akan membantumu." Jiayeon mengangguk mengerti. Sebenarnya jiayeon tau jongwoon menyukainya dari pertama kali bertemu, tapi jiayeon masih tidak bisa menghilangkan traumanya itu. Jiayeon ingin belajar mencintai, tapi dia sangat takut. Dia takut karna akan kedua kalinya lagi, tapi sekarang dia tau jongwoon akan membantunya. Dia ingin menghilangkan rasa takutnya, dia butuh seseorang membantunya, dia ingin belajar mencintai seseorang dan orang itu adalah jongwoon. Dia nyaman berada disisi jongwoon.
Jongwoon juga merasa nyaman disisi jiayeon. Dia ingin membuat jiayeon bahagia. Dia ingin selalu berada disisi jiayeon. Dia mencintai jiayeon. Ini pertama kali dia mencintai seorang yeoja, dia ingin mencintai seseorang dengan tulus dan tulus padanya dan dia akan menunggu orang itu dan semoga orang itu jiayeon.
~TBC~
wkwkwk, akhirnya chapter 3 udh selesai. Sorry ya clo gak nyambung. Semoga suka ya, thank you ^_^.


