Rabu, 10 Juni 2015

H&G Cafe (Chapter 6)


Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: Kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: Friendship, family, romance, sad

Lenght: Chaptered

Rating: PG

Annyeong^^ author kembali lg. Hmm chapter ini ada new cast lho. Penasaran? Yok ke ceritanya.^^
~HAPPY READING~

"Kenapa kau menangis lagi."

"Kau..." kenapa namja ini bisa ada di sini?

"Aku kenapa? Semalam kau menangis sekarang kau juga menangis dan kenapa aku bertemu denganmu kau selalu menangis?" Kata namja itu kesal. Kenapa dia harus kesal?-_-

"Mwo? Kenapa kau harus kesal? inikan urusanku." jawabku kesal Dan membersihkan air mataku dengan tisu.

"Karna kau itu cantik, tidak seharusnya menangis. Itu membuatmu menjadi jelek, jadi tersenyumlah." kata namja itu membuatku terkejut dan tersipu malu.

"Ye? Hmm gomawo. ahh..." aku mengambil sesuatu di dalam tasku. Itu adalah sapu tangan milik namja ini.

"Igo, gomawo untuk sapu tangannya Dan sudah ku cuci." Aku kembalikan sapu tangan itu kepada namja itu.

"Ohh cheonma. Hmm siapa namamu?" Tanya namja itu dan aku pun menjawabnya.

"Minah, naneun Seo minah Dan kau?" Tanyaku balik.

"Nan Lee taemin. Kau sering ke sini?"

"Ne. Ini tempat favoritku dan sahabatku." Aku lihat dia hanya mengangguk.

"Minie." Aku mendengar jiayeon memanggilku. Aku berbalik dan melihat sena dan jiayeon menuju tempat ku.

"Yeonie, na-ya." Aku melambaikan tanganku. Dan mereka sekarang berdiri di depan aku dan Lee taemin duduk. Mereka saling berpandang bingung.

"Ahh... yeonie, na-ya kenalkan ini Lee taemin. Taemin-si ini Jiayeon dan ini Sena."
Aku kenalkan taemin kepada sahabatku.

"Annyeong jiayeon imnida, sena imnida."

"Lee Taemin. Hmm aku masih ada urusan, aku pergi dulu. Annyeong."

"Annyeong." Jawab kami bertiga secara kompak. Lee taemin sudah pergi dan sekarang tinggal kami bertiga.

author POV

mereka bertiga duduk di tempat biasa mereka duduk.  Jiayeon dan Sena heran dengan Minie. Kenapa dia? Apa dia sakit? Atau ada masalah? Itulah dipikiran jiayeon dan sena.

"Waeyo Minie?" tanya sena bingung.

"Na...na..." Minah menceritakan semuanya tentang dia, Shinhye dan Jongsuk. Minah menetes air matanya lagi dan thor rasa ini terakhir kalinya menetes air mata untuk jongsuk. Sena dan Jiayeon yang mendengar ceritanya sedih karna sahabatnya. Sena memeluk Minah yang ada di sampingnya. "Gwaenchana Minie, kau masih ada kami, kau tidak sendiri. Jika ada masalah bilanglah sama kami, kami akan membantumu." kata-kata sena membuat minah sangattenang dan nyaman. Jiayeon hanya bisa melihatnya dengan terharu.

ketiga sahabat itu yang saling memberi nyaman, saling memberi semangat, ketenangan membuat orang yang di cafe melihatnya sangat terharu. Apalagi yang diam-diam melihat mereka dari kejauhan, siapa lagi jika bukan Jongwoon. 

Di sisi lain pesawat yang dari china-korea sudah mendarat di bandara incheon. Seorang lelaki turun dari pesawat dan berkata "Seoul aku kembali." Siapakah dia? Yok thor sambung ceritanya.

~Kampus~

Jiayeon dan Jongwoon sedang berjalan di lobby kampus membawa buku kuliah sambil berbicara menuju ke kantin. Ini sudah jam siang dan para mahasiswa sedang mengisi perut mereka.

Jiayeon memeriksa buku bukunya yang ada di tangannya, dia tidak melihat jika seorang namja ada di depannya dan mereka saling menabrak. Kejadian tabrakan terjadi. Jiayeon segera mengambil bukunya yang terjatuh di lantai di bantu oleh Jongwoon. Di dekat namja itu ada sebuah buku yang di jatuhkan Jiayeon tadi, namja itu segera mengambilnya dan berdiri. Membalikan buku itu kepada jiayeon.

"Agashi ini bukunya." ujar namja itu. Jiayeon yg sudah selesai mengambil buku yang jatuh segera berdiri dan "Kamsahamnida" Jiayeon melihat namja di depannya terkejut. Namja di hadapan Jiayeon sama terkejutnya melihat Jiayeon.

"Kau.."

"Kau.."

Jiayeon POV

Omo aku menabrak seseorang dan buku ku jatuh semua, aku segera mengambil bukuku di bantu oleh jongwoon.

"Agashi ini bukunya." Aku segera berdiri dan berujar "Kamsahamnida" kepada orang itu tapi saat akh melihat wajah namja itu aku terkejut.

"Kau.."

"Kau.."

"Jiayeon?"

"Donghae?"

Author POV

"Omo, ternyata kau jiayeon-a. Sudah lama kita tidak bertemu." Ujar senang namja yang bernama Donghae itu.

"Donghae-a kita sudah lama tidak bertemu. Apa kabar? Kamu baik kan?" Ujar senang Jiayeon.

"Aku baik Yeon-a, kau.. juga kuliah di sini?" Tanya Donghae.

"Ne." Jawab Jiayeon.

"Wahh baguslah, aku baru pindah ke sini dan kau temanku ada disini jadi aku tidak takut gak ada teman^^." Ujar Donghae senang membuat Jiayeon ketawa. Jongwoon yang hanya melihat mereka begitu dekat merasa cemburu.

"Oh iya hae-a ini sahabatku Jongwoon. Woonie ini teman lamaku Donghae." Jiayeon mengkenalkan mereka. Kalian pasti bingungkan sejak kapan Jiayeon memanggil Jongwoon dengan sebutan woonie? Sejak Jiayeon memanggil Sena dan Minah dengan sebutan senie dan minie Jadi Jongwoon ikut deh^^.

"Annyeong Kim Jongwoon imnida." Jongwoon memperkenalkan diri kepada Donghae.

"Naneun Lee Donghae imnida." Donghae juga perkenalkan diri kepada Jongwoon.

"Yeon-a kalian mau kemana? Apa boleh aku ikut?" Tanya Donghae dengan aegyo memohon. (Coba bayangkan donghae dengan aegyo memohon*^-^*) = thor ribut kali bwwek >.<

"Kami akan ke kantin. Baiklah, kajja." Ajak jiayeon. Di sepanjang jalan Jiayeon dan Donghae terus berbicara dan Jongwoon di kacangin T_T. Karna ketampanan Donghae membuat seluruh mahasiswi melihatnya dengan besinar, melihatnya dengan cinta, suka. Mungkin Donghae akan menjadi mahasiswa populer di kampus.

Sena dan Minah yang sedang menunggu Jiayeon dan Jongwoon datang melihat keributan di kantin.

"Dia tampan sekali."

"Omo dia melihat kearah ku." 

"Aku iri sama yeoja itu, kenapa bukan aku saja yang di sampingnya?"

Sena dan Minah yang mendengar yeoja yeoja yang seperti sedang mengidolakan artis dengan penasaran segera melihat ke arah pintu masuk.
mereka tidak bingung jika namja yang tampan di gilai oleh banyak yeoja tapi yang nereka bingung kenapa Jiayeon dan Jongwoon ada di samping namja yang sepertinya mahasiswa pindahan itu. Mereka berjalan ke tempat Sena dan Minah yang terlihat bingung.

"hae-a kau selalu gitu banyak yang mengidolakanmu, kenapa kau tidak mau jadi artis aja?" Tanya Jiayeon yang sedang menggoda Donghae.

"Ya! Kau selalu menggodaku yeon-a" ujar Donghae kesal membuat Jiayeon ketawa.

"Yeonie, siapa dia?" Tanya minah.

" oh hae-a kenalkan ini Sena dan ini Minah. Minie, Senie kenalkan ini Donghae."

"annyeong."

"Annyeong."

"Hmm duduklah semua." Kata jongwoon memecah keheningan. kelima orang itu merasa risih karna semua orang yang di kantin memperhatikan mereka. Tidak, mereka hanya memperhatikan Donghae seorang.

Jiayeon, Sena dan Minah duduk di sebaris dan di hadapan mereka adalah Donghae dan Jongwoon. Tiba-tiba seseorang duduk di sebelah Donghae membuat semua orang yang ada di sana kaget.

Jiayeon, Sena dan Minah kaget karna orang yang membuat mereka kaget adalah Lee Taemin yang dua hari yang lalu ada di H&G Cafe.

Semua orang yang ada di kanting berteriak lagi karna ada satu namja tampan lagi.

"Ya! Taemin-a kenapa kau bisa di sini? Dan kenapa kau tau aku ada di sini?" Tanya Donghae membuat keempat orang terkejut.

" ya Babo! Aku menelponmu kau tidak angkat jadi aku mencarimu di mana-mana. Apa kau tidak tau kalau aku sangat capek?" Ujar Taemin kesal.

"ne?" Donghae segera mengeluarkan hpnya dari kantong dan cek hpnya ternyata sudah ada 5kali panggilan tidak terjawab. Hp Donghae di silent makanya tidak tau ada panggilan masuk. Donghae kembali melihat wajah Taemin dan...

" hehehe mian, hpku di silent." Ujar Donghae. Ketiga yeoja itu terkejut karna mereka saling kenal.

"Hae-a, kau kenal Taemin-si?" Tanya Jiayeon dengan bingung.

"Ne, dia sepupuku dia sekarang juga kuliah disini." Jawab Donghae.

"Kita ketemu lagi minah-si." Ujar Taemin kepada Minah.

"Hmm ne." Jawab Minah.

"Apa cuma aku yang tidak tau apa-apa?" Tanya Jongwoon membuat kelima orang itu melihat dia dan ketawa. Tidak, ada dua orang yang tidak menetawakan Jongwoon Adalah Jiayeon dan Taemin.

Jiayeon yang baik hati tidak akan mentawakan orang lain. Taemin yang cuek dan dingin merasa ini bukan lelucon.

1 month later

Taemin sekelas dengan Minah, Sena, Jiayeon dan Jongwoon. Sedangkan Donghae yang beda jurusan dengan kelima orang itu dengan sedih karna tidak sering bersama.

"Kenapa kau sangat dingin sekali?" Tanya Minah Karna di sebulan ini selalu ada yeoja yang memberikan Taemin barang misalnya coklat, tapi selalu di buang oleh namja itu.

"Kenapa kau selalu buang yeoja-yeoja yang memberimu coklat?" Tanya Minah.

"Kenapa? Apa kau cemburu hmm?" tanya Taemin dengan menggoda Minah.

"Ani.. aniyo, kenapa aku harus cemburu. Sudahlah aku pergi dulu." Jawab Minah dengan gagap dan segera berjalan meninggalkan Taemin sendiri. Tapi tiba-tiba Taemin memegang tangan Minah, menariknya kedalam pelukannya. Minah terkejut Taemin memeluknya. Minah ingin melepaskan pelukan ini tapi Taemin memeluknya lebih erat.

"Sebentar saja, hanya sebentar saja." Ujar Taemin. Minah hanya diam dan menurut permintaan Taemin.

                                    TBC

Chinguya chapter 6 sudah selesai ni. Maaf ya clo ada typo atau yang gak jls. Silahkan berikan kritik. Di chapter selanjutnya akan post di minggu depan. Semoga chingu suka ya. ^^

Minggu, 12 April 2015

H&G Cafe [Chapter 5]



Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Lenght: chaptered            

Rating: PG

Annyeonghaseyo chingu^^, aku rasa udah lama kali gak buat ff lagi. Karna ada sedikit masalah jd gak sambung ff, tp sabar ni idh mau sambung lagi. Sambung lagi ff ku chapter 5 yo. Ok deh sambung lagi ya.

                 ~HAPPY READING~

Minah POV

~cafe~

"Waeyo?" Aku sedang berhadapan dengan orang yang aku sukai. Rasanya sangat takjub, jantungku berdetak sangat cepat. Tapi, untuk apa dia mencariku?

"Aku butuh bantuanmu." Dia butuh bantuanku? Tidak biasanya.

"Jongsuk-si ingin aku bantu apa? Bicarakan masalahnya." Aku bisa melihat dia sedang ada masalah, wajahnya kelihatan sangat menyedikan. Masalah apa yang membuatnya begitu lemah, begitu sedih?

"Aku dan shinhye sudah putus." Aku terkejut mendengarnya. Shinhye pernah bilang padaku dia sangat mencintai seorang lee jongsuk, lebih dari apapun bahkan lebih dari aku mecintai jongsuk. Tapi bukannya aku harus merasa senang? Kenapa aku merasa begitu sedih?

"Kok bisa? Kau dan shinhye ada masalah apa?" Aku harus sabar.

"Aku tidak tau, karna itu lah aku ingin kau membantuku kembali ke samping shinhye. Aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya...hiks." aku pertama kali melihatnya nangis, hatiku sangat sakit, seperti pisau tajam yang menusuk. Dia menangis bukan karna aku, dia sedih bukan karna aku tapi karna shinhye, dia benar-benar sangat mencintai shinhye. Aku harus tahan dengan air mata yang ingin keluar.

"Uljima, aku akan membantumu."Aku tersenyum dengan paksa. Aku tidak bole terlihat lemah didepannya.

"Tunggu kabarku nanti, aku akan menelponmu. Aku pergi dulu, annyeong." Aku buru-buru pergi karna air mataku sudah tidak bertahan lagi.

Aku menangis dan berlari dengan tidak tau arah, aku tidak peduli orang yang melihatku. Aku terus berlari sampe di taman, aku duduk di bangku dan tangisku pecah. Aku tidak peduli orang yang melihatku seperti apa.

"Igeo." Seseorang memberiku sebuah sapu tangan dan aku menerimanya. "gomabda." Dia mentapku dengan senyuman yang dalam.
<br>
"Uljimayo." Kata namja itu.

"Ne?"

"Aku pergi dulu, annyeong." Namja itu sudah pergi menjauh dan aku tersadar kalau sapu tangannya masih di tanganku dan aku berdiri meneriaki namja itu.

"Ya...ya, sapu tangan mu."Namja itu sudah pergi dan tidak mendengar aku meneriakinya.

Siapa namja itu? Aku rasa kita akan bertemu lagi.

Author POV

Flasback

"Shinhye-ya, waeyo? Kenapa kita harus berakhir?" Tanya jongsuk dan shinhye tidak berani menatapnya.

"Aku tidak bisa lanjut hubungan ini, ini terlalu menyakitkan. Aku tidak ingin sakit yang begitu dalam hiks... cukup sampai sini saja. Karna aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku tidak ingin membohongi kau bahkan diriku sendiri hiks.., jadi kita berakhirlah." Shinhye menangis.

"Jadi kau selama ini membohongiku? Kau kenapa begitu tega? Aku begitu mencintaimu, kau begitu tega membohongku. Tidak, aku tidak percaya. Kau pasti punya alasan, kita tidak akan berakhir sampai sini. TIDAK AKAN." Jongsuk menangis dan berlari meninggalkan shinhye yang air matany tidak bisa berhenti.

"Mianhae jongi hiks..hiks, jeongmal mianhae."

Flasback end

Author POV

~H&G Cafe~

"Sena-ya." Jiayeon melihat sena duduk di tempat biasa dan berjalan ke tempat sena.

"Eo, yeonie."Jiayeon sedikit kaget karna sena tidak pernah memanggilnya dengan sebutan 'yeonie'.

'Yeonie? Eo? Tidak biasanya kau memanggilku dengan sebutan itu hehehe." Jiayeon senang dan tertawa kecil, tidak pernah yang memanggilnya seperti itu selain keluarganya.

"Wae? Apakah tidak boleh? Ok, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan 'yeonie'."Sena cemberut sangat lucu.

"Aniya, aku senang karna cuma kau yang memanggilku seperti itu selain keluargaku. Baiklah, jika begitu aku akan memanggilmu senie, hehe." Jiayeon duduk di samping sena dan heran. Heran karna tidak melihat minah.

"Senie, minah eodiya?" Tanya jiayeon.

"Molla. Aku tadi sms dia, dia bilang bentar lagi akan datang." Jiayeon mengangguk dan melihat jongwoon berjalan ke tempat mereka duduk.

"Annyeong." Sapa jongwoon.

"Annyeong." Jiayeon dan sena sama-sama membalas sapaan sena.

"Kalian berdua ingin meminum apa?" Tanya jongwoon.

"Hmm... kami tunggu minah datang baru pesan." Jawab sena dan jongwoon hanya mengangguk. Tiba-tiba ponsel sena berbunyi bertanda ada seseorang yang menelpon dan sena menjawabnya karna orang yang menelpon tadi adalah sahabatnya.

"Yeoboseyo, minie." Jawab sena.

"Waeyo?" Tanya sena.

"Eo, arrayo. Padahal aku ingin mengatakan sesuatu, baiklah. Ann..'tttt' aku belum selesai bicara sudah di tutup."Sena kesal dengan minah sampe cemberut.

"Senie, minie bilang apa?" Tanya jiayeon.

"Eo, katanya dia ada urusan jadi tidak bisa datang.&quot; Jiayeon hanya mengangguk tanda mengerti. "Hmm.. padahal aku ingin mengatakan sesuatu." Perkataan sena membuat jiayeon dan jongwoon saling memandang dan kembali melihat sena.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya jongwoon. Sena sedikit malu membicarakannya.

"Hmm.. aku.. aku dan jaehyun sudah berpacaran." Wajah sena merah seperti tomat membuat jiayeon ketawa. Jiayeon memeluk sena dan mengucapkan selamat kepada sena.

"Chukhae-yo senie. Akhirnya cintamu terbalas." Jiayeon senang karna cinta  sahabat barunya suda terbalas. "Gomawo, yeonie. Aku juga tidak menyangka bahwa jaehyun juga menyukaiku." Mereka berdua melepas pelukan dan ketawa bersama.

"Chukhae sena-ya." Ucap jongwoon memberi ucapan selamat kepada sena. "Gomawo jongwoon-a."

Minah POV

"Sena-ya." Aku sedang nelpon dengan sena.

"Aku tidak bisa pergi, aku ada urusan."

"Besok aja ya... ya sudah, aku sibuk dulu. Annyeong." Aku menutup telponan dengan sena.

Aku sudah berjanji dengan shinhye akan bertemu di cafe. Aku segare menuju kr cafe setelah aku sampai aku melihat shinhye, berjalan ke tempatnya dan duduk di depannya.

"Kau ingin menanyakan apa?" Tanya shinhye.

"Kau...putus dengan jongsuk?" Tanya aku dengan hati-hati. Shinhye hanya mengangguk dengan lemah.

"Apakah kalian ada masalah?" Tanyaku lagi.

"Aku..aku rasa kami sudah tidak cocok lagi." Jawab shinhye.

"Tidak mungkin kau begitu pikir. Kau pernah bilang padaku, kau sangat mencintainya lebih dari kau mencintaimu sendiri, lebih dari apa pun. Tidak mungkin kau sudah tidak mencintainya." Aku menekan kata-kataku karna marah, kenapa dia begitu lemah.

"Kau kira aku ingin begitu? Hiks... hiks ini semua karna kau."Mwo? Aku terkejut mendengar apa yang dia bilang. Ini semua karna aku?

"Mwo? Ini..semua karna aku? Apa yang aku lakukan?" Tanyaku lagi.

"Aku tau kau juga mencintai jongsuk, aku rasa kalian lebih cocok. Mungkin jongsuk bersamamu akan lebih bahagia." Kenapa karna aku? Badanku seperti tidak bisa bergerak. Ini salah, ini semua salah, inu tidak benar.

"Haisss, kau salah besar hye-a." Shinhye berhenti menangis dan melihatku. "Aku sama kayak kau mencintai jongsuk, tapi jongsuk tidak pernah melihatku. Yang dia perhatikan hanya kau tidak ada orang lain yang dia lihat selain kau. Jika jongsuk bersamaku dia tidak akan bahagia karna hatinya bersamamu sama saja membuatnya sedih. Cinta kalian sangat besar, orang lain tidak bisa merusaknya. Jongsuk mencari bantuan denganku dan dia memohonku, dia berkata dia ingin bersamamu, tidak ingin berpisah denganmu. Kau tau aku melihatnya menangis di depanku, memohon padaku, hatiku sangat sakit. Jebal, hanya kau yang bisa mebuatnya bahagia, hanya kau yang bisa membantunya keluar dari kegelapan dan hanya kau yang bisa berjalan dengannya seumur hidup. Jadi tolong pikirkan dulu perasaan jongsuk. Jongsuk hanya mencintaimu dan kau juga mencintainya. Kalian bahagia aku juga ikut bahagia. Hye-a, baliklah ke sisi jongsuk. Aku benar-benar rela cintaku untuk kalian." Kataku panjang lebar. Shinhye menangis lagi dan dia berkata.

"Gomawo minie, jeongmal gomawo."

"Pergilah, jongsuk pasti sedang menunggumu. Dia ada di hangang park." Shinhye mengangguk dan pergi mencari jongsuk. Dan aku langsung mengeluarkan ponselku dan mengetik sesuatu.

'Shinhye sudah pergi mrncarimu, kau tunggulah.'

send. Setelah beberapa saat, sebuah sms masuk.

'Baiklah, gomawo.' Sebuah sms dari jongsuk. Hsshh, tugasku sudah selesai. tidak terasa air mataku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku menangis lagi.

"Kenapa kau menangis lagi." Aku terkejut dan melihat seseorang ada di depan ku dan duduk di depan ku





                                                      TBC