Minggu, 12 April 2015

H&G Cafe [Chapter 5]



Tittle: H&G Cafe

Author: Jialing88

Main cast: kim jongwoon, Seo jiayeon (OC)

Support cast: find by your self

Genre: friendship, family, romance, sad

Lenght: chaptered            

Rating: PG

Annyeonghaseyo chingu^^, aku rasa udah lama kali gak buat ff lagi. Karna ada sedikit masalah jd gak sambung ff, tp sabar ni idh mau sambung lagi. Sambung lagi ff ku chapter 5 yo. Ok deh sambung lagi ya.

                 ~HAPPY READING~

Minah POV

~cafe~

"Waeyo?" Aku sedang berhadapan dengan orang yang aku sukai. Rasanya sangat takjub, jantungku berdetak sangat cepat. Tapi, untuk apa dia mencariku?

"Aku butuh bantuanmu." Dia butuh bantuanku? Tidak biasanya.

"Jongsuk-si ingin aku bantu apa? Bicarakan masalahnya." Aku bisa melihat dia sedang ada masalah, wajahnya kelihatan sangat menyedikan. Masalah apa yang membuatnya begitu lemah, begitu sedih?

"Aku dan shinhye sudah putus." Aku terkejut mendengarnya. Shinhye pernah bilang padaku dia sangat mencintai seorang lee jongsuk, lebih dari apapun bahkan lebih dari aku mecintai jongsuk. Tapi bukannya aku harus merasa senang? Kenapa aku merasa begitu sedih?

"Kok bisa? Kau dan shinhye ada masalah apa?" Aku harus sabar.

"Aku tidak tau, karna itu lah aku ingin kau membantuku kembali ke samping shinhye. Aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya...hiks." aku pertama kali melihatnya nangis, hatiku sangat sakit, seperti pisau tajam yang menusuk. Dia menangis bukan karna aku, dia sedih bukan karna aku tapi karna shinhye, dia benar-benar sangat mencintai shinhye. Aku harus tahan dengan air mata yang ingin keluar.

"Uljima, aku akan membantumu."Aku tersenyum dengan paksa. Aku tidak bole terlihat lemah didepannya.

"Tunggu kabarku nanti, aku akan menelponmu. Aku pergi dulu, annyeong." Aku buru-buru pergi karna air mataku sudah tidak bertahan lagi.

Aku menangis dan berlari dengan tidak tau arah, aku tidak peduli orang yang melihatku. Aku terus berlari sampe di taman, aku duduk di bangku dan tangisku pecah. Aku tidak peduli orang yang melihatku seperti apa.

"Igeo." Seseorang memberiku sebuah sapu tangan dan aku menerimanya. "gomabda." Dia mentapku dengan senyuman yang dalam.
<br>
"Uljimayo." Kata namja itu.

"Ne?"

"Aku pergi dulu, annyeong." Namja itu sudah pergi menjauh dan aku tersadar kalau sapu tangannya masih di tanganku dan aku berdiri meneriaki namja itu.

"Ya...ya, sapu tangan mu."Namja itu sudah pergi dan tidak mendengar aku meneriakinya.

Siapa namja itu? Aku rasa kita akan bertemu lagi.

Author POV

Flasback

"Shinhye-ya, waeyo? Kenapa kita harus berakhir?" Tanya jongsuk dan shinhye tidak berani menatapnya.

"Aku tidak bisa lanjut hubungan ini, ini terlalu menyakitkan. Aku tidak ingin sakit yang begitu dalam hiks... cukup sampai sini saja. Karna aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku tidak ingin membohongi kau bahkan diriku sendiri hiks.., jadi kita berakhirlah." Shinhye menangis.

"Jadi kau selama ini membohongiku? Kau kenapa begitu tega? Aku begitu mencintaimu, kau begitu tega membohongku. Tidak, aku tidak percaya. Kau pasti punya alasan, kita tidak akan berakhir sampai sini. TIDAK AKAN." Jongsuk menangis dan berlari meninggalkan shinhye yang air matany tidak bisa berhenti.

"Mianhae jongi hiks..hiks, jeongmal mianhae."

Flasback end

Author POV

~H&G Cafe~

"Sena-ya." Jiayeon melihat sena duduk di tempat biasa dan berjalan ke tempat sena.

"Eo, yeonie."Jiayeon sedikit kaget karna sena tidak pernah memanggilnya dengan sebutan 'yeonie'.

'Yeonie? Eo? Tidak biasanya kau memanggilku dengan sebutan itu hehehe." Jiayeon senang dan tertawa kecil, tidak pernah yang memanggilnya seperti itu selain keluarganya.

"Wae? Apakah tidak boleh? Ok, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan 'yeonie'."Sena cemberut sangat lucu.

"Aniya, aku senang karna cuma kau yang memanggilku seperti itu selain keluargaku. Baiklah, jika begitu aku akan memanggilmu senie, hehe." Jiayeon duduk di samping sena dan heran. Heran karna tidak melihat minah.

"Senie, minah eodiya?" Tanya jiayeon.

"Molla. Aku tadi sms dia, dia bilang bentar lagi akan datang." Jiayeon mengangguk dan melihat jongwoon berjalan ke tempat mereka duduk.

"Annyeong." Sapa jongwoon.

"Annyeong." Jiayeon dan sena sama-sama membalas sapaan sena.

"Kalian berdua ingin meminum apa?" Tanya jongwoon.

"Hmm... kami tunggu minah datang baru pesan." Jawab sena dan jongwoon hanya mengangguk. Tiba-tiba ponsel sena berbunyi bertanda ada seseorang yang menelpon dan sena menjawabnya karna orang yang menelpon tadi adalah sahabatnya.

"Yeoboseyo, minie." Jawab sena.

"Waeyo?" Tanya sena.

"Eo, arrayo. Padahal aku ingin mengatakan sesuatu, baiklah. Ann..'tttt' aku belum selesai bicara sudah di tutup."Sena kesal dengan minah sampe cemberut.

"Senie, minie bilang apa?" Tanya jiayeon.

"Eo, katanya dia ada urusan jadi tidak bisa datang.&quot; Jiayeon hanya mengangguk tanda mengerti. "Hmm.. padahal aku ingin mengatakan sesuatu." Perkataan sena membuat jiayeon dan jongwoon saling memandang dan kembali melihat sena.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya jongwoon. Sena sedikit malu membicarakannya.

"Hmm.. aku.. aku dan jaehyun sudah berpacaran." Wajah sena merah seperti tomat membuat jiayeon ketawa. Jiayeon memeluk sena dan mengucapkan selamat kepada sena.

"Chukhae-yo senie. Akhirnya cintamu terbalas." Jiayeon senang karna cinta  sahabat barunya suda terbalas. "Gomawo, yeonie. Aku juga tidak menyangka bahwa jaehyun juga menyukaiku." Mereka berdua melepas pelukan dan ketawa bersama.

"Chukhae sena-ya." Ucap jongwoon memberi ucapan selamat kepada sena. "Gomawo jongwoon-a."

Minah POV

"Sena-ya." Aku sedang nelpon dengan sena.

"Aku tidak bisa pergi, aku ada urusan."

"Besok aja ya... ya sudah, aku sibuk dulu. Annyeong." Aku menutup telponan dengan sena.

Aku sudah berjanji dengan shinhye akan bertemu di cafe. Aku segare menuju kr cafe setelah aku sampai aku melihat shinhye, berjalan ke tempatnya dan duduk di depannya.

"Kau ingin menanyakan apa?" Tanya shinhye.

"Kau...putus dengan jongsuk?" Tanya aku dengan hati-hati. Shinhye hanya mengangguk dengan lemah.

"Apakah kalian ada masalah?" Tanyaku lagi.

"Aku..aku rasa kami sudah tidak cocok lagi." Jawab shinhye.

"Tidak mungkin kau begitu pikir. Kau pernah bilang padaku, kau sangat mencintainya lebih dari kau mencintaimu sendiri, lebih dari apa pun. Tidak mungkin kau sudah tidak mencintainya." Aku menekan kata-kataku karna marah, kenapa dia begitu lemah.

"Kau kira aku ingin begitu? Hiks... hiks ini semua karna kau."Mwo? Aku terkejut mendengar apa yang dia bilang. Ini semua karna aku?

"Mwo? Ini..semua karna aku? Apa yang aku lakukan?" Tanyaku lagi.

"Aku tau kau juga mencintai jongsuk, aku rasa kalian lebih cocok. Mungkin jongsuk bersamamu akan lebih bahagia." Kenapa karna aku? Badanku seperti tidak bisa bergerak. Ini salah, ini semua salah, inu tidak benar.

"Haisss, kau salah besar hye-a." Shinhye berhenti menangis dan melihatku. "Aku sama kayak kau mencintai jongsuk, tapi jongsuk tidak pernah melihatku. Yang dia perhatikan hanya kau tidak ada orang lain yang dia lihat selain kau. Jika jongsuk bersamaku dia tidak akan bahagia karna hatinya bersamamu sama saja membuatnya sedih. Cinta kalian sangat besar, orang lain tidak bisa merusaknya. Jongsuk mencari bantuan denganku dan dia memohonku, dia berkata dia ingin bersamamu, tidak ingin berpisah denganmu. Kau tau aku melihatnya menangis di depanku, memohon padaku, hatiku sangat sakit. Jebal, hanya kau yang bisa mebuatnya bahagia, hanya kau yang bisa membantunya keluar dari kegelapan dan hanya kau yang bisa berjalan dengannya seumur hidup. Jadi tolong pikirkan dulu perasaan jongsuk. Jongsuk hanya mencintaimu dan kau juga mencintainya. Kalian bahagia aku juga ikut bahagia. Hye-a, baliklah ke sisi jongsuk. Aku benar-benar rela cintaku untuk kalian." Kataku panjang lebar. Shinhye menangis lagi dan dia berkata.

"Gomawo minie, jeongmal gomawo."

"Pergilah, jongsuk pasti sedang menunggumu. Dia ada di hangang park." Shinhye mengangguk dan pergi mencari jongsuk. Dan aku langsung mengeluarkan ponselku dan mengetik sesuatu.

'Shinhye sudah pergi mrncarimu, kau tunggulah.'

send. Setelah beberapa saat, sebuah sms masuk.

'Baiklah, gomawo.' Sebuah sms dari jongsuk. Hsshh, tugasku sudah selesai. tidak terasa air mataku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku menangis lagi.

"Kenapa kau menangis lagi." Aku terkejut dan melihat seseorang ada di depan ku dan duduk di depan ku





                                                      TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar